(Beritadaerah – Bandung) Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno bersama Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamen Kemenparkeraf) Angela Tanoesoedibjo meninjau Kampus Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Jawa Barat, Senin (22/2).

Dalam kunjungan ini, Menparekraf Sandiaga Uno bersama Wamen Angela didampingi Ketua STP Bandung Faisal melihat beberapa fasilitas kampus yang dulu dikenal dengan NHI (National Hotel Institute) tersebut. Mulai dari ruang perkuliahan kemudian menuju dapur tempat praktek mahasiswa belajar, laboratorium, hingga mencicipi makanan dan minuman di Enhaii Corner 186.

Dijelaskan oleh Menparekraf, terdapat 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sehingga diharapkan program prioritas vaksinasi COVID-19 bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf)  dapat berjalan sesuai target.

“Bandung menjadi salah satu yang kita prioritaskan selain di Bali untuk mendapat vaksinasi. Harapannya dapat terlaksana pada (bulan) Maret, atau paling tidak pertengahan Maret sudah bisa dimulai. Saya usulkan untuk kick off-nya di Bali, karena Bali yang paling terdampak,” kata Menparekraf dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Senin (22/2).

Kementerian Kesehatan telah memulai vaksinasi COVID-19 gelombang dua bagi kelompok prioritas penerima vaksin. Program vaksinasi yang akan dilaksanakan pada bulan Maret hingga April mendatang ini akan menyasar beberapa kelompok prioritas penerima vaksin. Dari sejumlah kelompok prioritas penerima vaksin di gelombang kedua, sektor pariwisata seperti petugas wisata, hotel dan restoran) termasuk di dalamnya.

Selain program vaksinasi dari pemerintah, program vaksinasi mandiri oleh pihak swasta yang saat ini masih dalam tahap pembahasan juga diharapkan dapat menyasar pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menparekraf Sandiaga Uno juga melihat ada optimisme untuk kebangkitan sektor parekraf di paruh kedua tahun 2021. Hal tersebut tentunya didorong dengan penerapan protokol kesehatan 3M (mengenakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) yang ketat. Selain itu diikuti dengan metode 3T yaitu testing, tracing, dan treatment. Selain program vaksinasi yang tentunya akan berjalan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.