(Beritadaerah – Jakarta) Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Lars Bo Larsen melakukan pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di Kantor KKP Jakarta, Rabu (11/2). Keduanya membahas sejumlah isu strategis di sektor kelautan dan perikanan dan potensi kerja sama dua negara.

Salah satu yang dibahas mengenai pemanfaatan energi baru dan terbarukan untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Seperti pemanfaatan listrik untuk kapal penangkap ikan. Menteri Trenggono berharap adanya kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Denmark terkait hal ini kedepannya.

“Saya sangat tertarik dengan ide pemanfaatan listrik guna mengoptimalkan kinerja kapal penangkap ikan. Diharapkan dengan adanya teknologi tersebut dalam transportasi laut, maka hasil tangkap semakin meningkat,” ucap Menteri Trenggono yang dikutip laman KKP, Kamis (11/2).

Menteri Trenggono juga menawarkan kolaborasi menggarap potensi bahari di Indonesia. Salah satu yang potensial dikerjasamakan adalah program Lumbung Ikan Nasional di Maluku yang pembangunannya akan segera dilakukan. Untuk mendukung program ini, pemerintah Indonesia akan membangun pelabuhan terpadu yang menggabungkan antara hulu dengan hilir. Nantinya akan ada industri perikanan yang dapat diisi oleh para investor.

Sementara itu, Lars Bo Larsen dalam kesempatan yang sama menyambut baik rencana kerja sama dalam hal energi baru dan terbarukan berbasis kelautan. Pihaknya sejauh ini sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian ESDM.

Ditambahkan oleh Lars Bo Larsen, saat ini Denmark telah melakukan kerja sama energi baru dan terbarukan dengan Kementerian ESDM dan untuk sektor kelautan dan perikanan dapat menjadi pokok bahasan kerja sama.

Sebelumnya pada akhir tahun 2020, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif juga melaksanakan virtual bilateral meeting dengan Menteri Iklim, Energi, dan Utilitas Denmark, H.E. Dan Jorgensen guna membahas kerja sama Indonesia – Denmark dalam kerangka Indonesia Denmark Energy Partnership Programme (INDODEPP), kebijakan iklim dan energi lainnya, dan rencana peningkatan investasi Denmark di Indonesia.

Di samping itu, dalam pertemuan virtual ini dengan Kementerian ESDM dilakukan penandatanganan resmi Protokol Amandemen Kedua Indonesia – Denmark bidang Energi Terbarukan, Bersih dan Konservasi Energi yang merupakan pembaruan dari MoU yang ada dan sekaligus memfasilitasi Kerjasama INDODEPP dan kegiatan kerjasama energi lainnya di masa depan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.