(Beritadaerah – Jakarta) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) guna membahas langkah strategis terkait sistem pembayaran digital QRIS untuk pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air untuk memudahkan transaksi di tengah pandemi COVID-19.

Dalam pertemuan meeting secara virtual dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjyo, di Jakarta, Rabu (20/2), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif membutuhkan dukungan kementerian/lemabaga lain. Oleh karenanya, sinergi dengan Bank Indonesia menjadi satu hal yang perlu dilakukan.

“Bank Indonesia memiliki program yang berkesinambungan, inklusif dalam mengembangkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Untuk itu, kita perlu menjalin sinergi bersama,” kata Menparekraf dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Kamis (11/2). 

Menparekraf menjelaskan, saat ini pihaknya sedang fokus dengan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) 2021 dan Bangga Berwisata di Indonesia. Untuk itu perlu ada dukungan inovasi salah satunya berupa pengembangan sistem pembayaran digital seperti QRIS untuk memudahkan pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif.

Karena QRIS menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang dapat diaplikasikan di semua sektor khususnya sektor pariwisata yang menuntut semuanya harus serba cepat, mudah, murah, dan aman. Selain itu perlu adanya big data, agar kebijakan yang dibuat lebih targeted dan segmented.

Ditambahkan oleh Menparekraf, agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa bangkit lagi dan menurunkan angka penularan COVID-19, selain protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) yang ketat dan disiplin, juga harus melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment) secara komperhensif.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjyo dalam kesempatan yang sama mengatakan pihaknya siap untuk mendukung berbagai program yang digagas oleh Kemenparekraf/Baparekraf. BI akan mengintegrasikan penggunaan QRIS, mulai dari ticketing, booking hotel, restoran, transportasi, agar memudahkan pelaku UMKM dalam menggunakan pembayaran berbasis digital. Kedua, nanti kami juga akan menyiapkan UMKM binaan kami, yang tentunya sudah kami kurasi untuk kita supply. 

Terkait dengan big data, BI sudah melakukan konsolidasi dengan Online Travel Agency (OTA) untuk memperoleh data terkait data tujuan wisata, maskapai yang digunakan, hingga demografi wisatawannya. Harapannya, nanti big data ini dapat diolah menjadi reporting system, sehingga membantu Kemenparekraf untuk mengakses data yang akurat.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

Leave a Reply

Your email address will not be published.