Vibiz Regional Invesment Index (VRII) sebuah indeks yang bertujuan untuk menentukan apakah suatu daerah siap untuk menerima investasi, melakukan pengujian pada Kabupaten Alor, sehingga akan ditemui kelayakan investasi untuk Kabupaten Alor.

Peraturan dan Regulasi

Dalam peraturan dan Regulasi, akan dinilai tentang seberapa banyak kepemilikan asing yang ada, bagaimana sikap pemerintah dalam memberikan perlindungan hukum bagi investor.

Praktek kepemilikan usaha oleh orang asing di Kabupaten Alor ini, masih sangat sedikit, ada 2 bergerak dalam bidang perhotelan atau akomodasi pariwisata, 1 di jasa pelatihan dan penyediaan perlengkapan diving. Sisanya lebih banyak dimiliki oleh masyarakat lokal. Pemerintah daerah Alor sendiri sangat membuka diri terhadap investasi asing, tetapi tetap sesuai dengan undang – undang penanaman modal yang berlaku diIndonesia, yaitu UU No. 25 tahun 2007.

Tetapi untuk Kabupaten Alor sendiri belum memiliki perda yang secara khusus mengatur akan hal ini. Jadi kepastian dan perlindungan hukum terhadap investor di Kabupaten Alor tidak kuat. Prosedur hukum pendirian usaha dan waktu yang dibutuhkan untuk mengurus pendirian suatu bisnis di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Alor masih lama, dan agak berbelit- belit, dikarenakan belum adanya fasilitas pelayanan satu pintu untuk menangani investasi, dan masih tergantung dengan pemerintah pusat. Berdasarkan beberapa hasil survei dan wawancara dengan pihak investor asing dan lokal, butuh waktu lebih dari 6 bulan untuk mendirikan suatu usaha.

Kelangsungan Lingkungan Hidup

Alor menetapkan beberapa lokasi perairan pantai Pulau Pantar, dan sekitar kepulauan antara Pulau Alor dan Pantar sebagai Taman Wisata Laut. Lokasi – lokasi tersebut antara lain Pulau Kepa, Sabanjar, Pulau Buaya, Pulau Ternate, Pulau Pura, Kokar, Weilung, Tanjung Berlang, dan Pancuran Desa Wolwal. Dengan peraturan ini maka setiap organisasi pariwisata atau organisasi lainnya yang hendak memanfaatkan taman laut tersebut harus melaporkan terlebih dahulu program kegiatannya kepada Pemerintah Daerah Alor.

Pemerintah juga telah melakukan beberapa program terkait dengan perlindungan lingkungan hidup seperti konservasi, reboisasi, rehabilitasi serta pengadaan sarana dan prasana pengolahan sampah. Meskipun belum optimal tapi adanya upaya dari pemerintah untuk mengatasi masalah pelestarian lingkungan hidup. Tahun 2003, penanganan sampah mencapai 61,50 % dari produksi sampah sebanyak 8.723m3.

Keselamatan dan Keamanan

Tindak kriminalitas dan kekerasan di Kabupaten Alor berdasarkan pencatatan BPS Alor tercatat ada 349 orang, angka yang kecil jika dibanding dengan total penduduk Alor, tapi tentunya ini harus jadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan keamanan di kabupaten Alor. Kemampuan penegakan hukum, untuk penegakan hukum, pihak keamanan alor cukup bisa diandalkan. Pemerintah daerah juga mengaturnya dalam perda – perda yang ada.

Kesehatan dan Kebersihan

Disamping faktor keselamatan dan keamanan, daerah tujuan wisata juga harus memenuhi standar kesehatan dan kebersihan antara lain : adanya akses terhadap air minum yang sehat, akses air minum di Kabupaten Alor masih tergolong cukup tapi belum memadai, karena kontur geografis Kabupaten Alor yang lebih banyak berbatu batu. Untuk pemenuhan air bersih penduduk biasanya mendapatkan dari :

  • Mata Air : seperti kota Kalabahi, mendapat pasokan air bersih dari mata air Kali Hombol, Buono dan Motongbang.
  • Sungai : Desa Aimoli dari sungai Aimoli, Desa Malaipe dan Mainang dari sungai Malaipe, Kali Adagai untuk Desa Waisika, Kamot dan Air Mancur.
  • Untuk pulau – pulau yang tidak memiliki sumber air, seperti Pulau Tereweng, Pulau Pura, Pulau Ternate dan Pulau Buaya pemenuhan kebutuhan airnya memanfaatkan air laut melalui proses desilinasi, dan saat ini yang sudah terbangun ada di pulau tereweng, pulau pura dan pulau ternate. Sedangkan wilayah pedesaan yang pemenuhan air bersihnya tidak bersumber dari sumber seperti diatas, maka pemenuhannya berasal dari air hujan yang ditampung baik melalui embung-embung maupun PAH (Penampungan Air Hujan).

Akses sanitasi masih kurang memadai, karena masih dikelola secara tradisional dan alami. Ketersediaan tenaga medis, di Kabupaten Alor cukup memadai dan cukup ideal untuk melayani penduduk Alor. Fasilitas kesehatan diAlor, dalam jumlah cukup memadai

Infrastruktur Transportasi Udara

Bandara yang ada di Alor saat ini adalah Bandar udara Mali. Kualitas bandara yang tersedia tergolong masih sangat minim, dengan panjang run way 1.400 m , dan lebar 30 meter, tidak memungkinkan pendaratan untuk pesawat besar,  hanya bisa di singgahi oleh pesawat- pesawat kecil jenis F-27 dan sejenisnya.

Detektor tidak berfungsi

Maskapai yang beroperasi ke Kabupaten Alor hanya ada satu maskapai yaitu Trans Nusa, dan frekuensinya hanya satu kali dalam satu hari dengan seat yang tersedia 40 seat.

Pesawat Trans Nusa

Infrastruktur Laut

Sarana pelabuhan, di Kabupaten Alor ada 8 buah pelabuhan (laut dan penyeberangan) dan juga pelabuhan-pelabuhan kecil berjumlah sekitar 40 pelabuhan.

Pelabuhan Kalabahi

Sarana transportasi yang tersedia, sejauh ini dilayani oleh transportasi Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ferry dengan frekuensi kedatangan sebanyak 4 x seminggu juga 2 buah kapal Pelni yaitu Awu dan Sirimau dengan frekuensi sandar di Kalabahi 2 kali dalam sebulan.

Angkutan Laut

Infrastruktur Pendukung (Komunikasi, Listrik)

Jaringan komunikasi, untuk fasilitas yang satu ini, kabupaten Alor masih perlu penambahan perbaikan, terutama fasilitas internet, pengguna internet masih sangat sedikit, karena keterbatasan provider saluran telpon dan internet, sinyal untuk komunikasi melalui selular juga agak sulit, sekalipun banyak yang menggunakan telepon selular.

Kantor Telkom Di Kota Kalabahi

Jaringan listrik, untuk Fasilitas ini Kabupaten Alor harus mengadakan penambahan daya, karena daya listrik juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan sebuah bisnis pariwisata. Rencana pemerintah untuk menambah daya dengan pembangunan PLTD baru, patut direspon dengan baik, karena masih sangat terbatasnya tenaga listrik yang dimiliki Kabupaten Alor. Selain Pulau Alor, daerah lain yang telah menikmati listrik adalah Pulau Pantar dan Pulau Pura, tapi hanya bisa digunakan pada malam hari.

Sumber Daya Manusia

SDM di Kabupaten Alor dapat dilihat dari persentase jumlah kelulusan di Alor. Berdasarkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Kabupaten Alor Penduduk yang mengikuti pendidikan SD/MI mencapai 115,11 % dengan rentangan 99,59 – 129,93 % tiap kecamatan, sedangkan SMP/Mts mencapai 49,31% dengan rentangan 31,59 – 72,44 % disetiap kecamatan dan SMA/MA mencapai 58,35% dengan rentangan 49,52 – 71,97 % setiap kecamatan.

Keterbukaan terhadap Investasi

Sikap masyarakat dan pemerintah terhadap pendatang dan juga investor sangat baik. Termasuk juga didalamnya adalah dukungan dan komitmen dari pemerintah daerah.

Kekayaan Alam

Kabupaten Alor memiliki sangat banyak kekayaan alam, baik daya tarik wisata baharinya, hasil laut, panas bumi, dan lain- lain yang bisa menjadi nilai jual bagi kabupaten Alor itu sendiri.

 PLTD Kalabahi

Dari hasil pengujian tentang kelayakan investasi di kabupaten Alor, bisa dilihat banyak hal yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah Alor, seperti perbaikan bandara, transportasi udara, peraturan dan regulasi mengenai investasi, kesehatan dan kebersihannya terutama perolehan air bersih dan sanitasi, kemudian perlindungan terhadap lingkungan hidup. Dan yang paling penting adalah pengembangan sumber daya manusia. Karena jika masyarakat memiliki kesadaran wisata yang tinggi maka dengan sendirinya lingkungan akan terjaga, kebudayaan terjaga, dan suasana yang kondusif , yang menjadi kebutuhan dasar bagi investasi dengan sendirinya akan terwujud.

About The Author

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.