(Beritadaerah – Komoditi) Provinsi Kalimantan Timur memiliki kinerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berperan sebagai pendukung urat nadi perekonomian daerah.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sepanjang tahun 2020 hingga awal tahun 2021 ini, tidak mengendurkan semangat para pelaku UMKM di Kaltim untuk berkreasi.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Provinsi Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pemetaan UMKM di 10 kabupaten dan kota di Kaltim.

Dari hasil pemetaan yang dilakukan tercatat sebanyak 307.343 unit UMKM tersebar aktif. Terdiri dari 297.207 unit usaha mikro, 9.440 unit usaha kecil dan 696 unit usaha menengah. UMKM yang bergerak di sektor kuliner 83.996 unit, industri pengolahan 13.921 unit, industri kerajinan 1.573 unit, perdagangan 169.142 unit, dan jasa sebanyak 28.711 unit.

Data Disperindagkop dan UKM Kaltim untuk ekspor UKM yang memanfaatkan fasilitas IPSKA (Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal) sepanjang tahun 2020 terdapat 15 UKM, dengan total nilai ekspor mencapai Rp428,2 miliar.

Komoditas yang dijual meliputi olahan kayu dengan negara tujuan Singapura, Jepang, Korea Selatan, China, Taiwan, Jerman, Italia, Belanda, Islandia, Afrika Selatan dan Amerika Serikat. Komoditas lainnya adalah Lidi nipah dan sawit dengan negara tujuan India. Minyak jelantah dikirim ke Belanda dan Malaysia. Udang diberangkatkan ke Jepang, Inggris dan Taiwan. Rumput laut ke Korea Selatan. Merica diekspor ke Singapura, Amerika, Afrika Selatan dan Islandia. Sedangkan fatty palm acid (asam lemak bebas) asal Kaltim diminati buyer dari China.

Kaltim juga sukses melakukan ekspor dari UKM industri kreatif dengan nilai total ekspor mencapai Rp7,6 miliar. Produk kreatif yang diekspor meliputi aksesoris manik-manik, batu, lidi nipah, amplang, pisang, kerajinan rotan dan mandau. Negara tujuan komoditi-komoditi kreatif ekspor tersebut meliputi Amerika, Malaysia, India dan Brunei.

Ke depan, industri kreatif yang potensial untuk ekspor adalah industri kriya, industri fashion dan industri makanan.

UKM Kaltim juga konsisten dalam perdagangan domestik. Tidak kurang dari 18 UKM binaan Disperindagkop dan UKM Kaltim yang juga sukses melakukan transaksi sepanjang tahun 2020 dengan nilai penjualan mencapai Rp11,4 miliar.

Produk UKM industri kreatif yang sukses dalam perdagangan dalam negeri antara lain berupa rumput laut, sarang burung walet, nanas, madu hitam, madu kelulut, aksesoris manik-manik, batu, sarung Samarinda, masker dan anyaman manik. Ada pula anyaman rotan, ulap doyo, amplang, pisang, kopi, lada, buah naga, dan mandau.

Untuk membantu pengembangan dan penguatan UMKM telah disalurkan Bantuan Presiden Untuk Usaha Mikro (BPUM) untuk 89.285 UMKM dengan nilai Rp214 miliar dengan realisasi mencapai 100 persen per 30 Januari 2021. Bantuan Langsung Tunai dari APBD Provinsi Kaltim untuk 13.916 UMKM dengan total anggaran Rp10,4 miliar.

Emy T/Journalist/Vibizmedia
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.