(Beritadaerah – Jakarta) Program desa wisata untuk menarik sebanyak-banyak wisatawan mancanegara dan nusantara, terus dikembangkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf). Selain itu pembangunan desa menjadi Desa Wisata sesuai arahan Presiden pada tahun 2017 untuk gerakan mengembangkan desa wisata. Untuk itu Kemenparekraf menggandeng Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia (Asprindo) membahas kemitraan melalui Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan desa wisata di Indonesia.

Asprindo memiliki program yang terfokus pada desa wisata yang dapat dikolaborasikan dengan Kemenparekraf, demikian yang dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno. 

“Terkait dengan desa wisata, kita sangat fokus ke sana. Sebab Asprindo juga memiliki program yang berkaitan dengan desa wisata yang bisa kita kolaborasikan. Jadi nanti ada 244 desa wisata yang kita harap dapat dikembangkan,” ujar Menparekraf Sandiaga dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Kamis (21/1).

Sandiaga menjelaskan bahwa desa wisata telah menjadi tren pariwisata dunia, yang menawarkan  pengalaman liburan otentik di tengah lingkungan santai dan sehat. Untuk itu diperlukan program-program sinergi mengembangkan desa wisata agar memunculkan daya tarik wisatawan. Saat ini Asprindo juga memiliki program yang berkaitan dengan desa wisata yang bisa kita kolaborasikan. Jadi nanti ada 244 desa wisata yang kita harap dapat dikembangkan. 

Ditambahkan Sandiaga, bahwa desa wisata telah menjadi tren pariwisata dunia, yang menawarkan  pengalaman liburan otentik di tengah lingkungan santai dan sehat. Untuk itu diperlukan program-program sinergi mengembangkan desa wisata agar memunculkan daya tarik wisatawan. 

Lebih lanjut, Sandiaga meminta Asprindo untuk mengkaji beberapa program yang tepat lainnya untuk dikolaborasikan secara strategis dengan Kemenparekraf. Sehingga kolaborasi tersebut dapat menjadi lokomotif pemulihan kebangkitan perekonomian Indonesia melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain itu, Anggota Pengurus Asprindo, Deibel Effendi, menyebut Asprindo  juga siap membantu Kemenparekraf dalam menaikkan posisi Indonesia pada Global Innovation Index. Saat ini Global Innovation Index Indonesia pada tahun 2019 pada peringkat 85, ditargetkan tahun 2024 dapat naik peringkat 50. 

Sebelumnya Kemenparekraf juga melakukan kerja sama dengan Kemendes PDTT dan Perguruan Tinggi membuat Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Berbasis Pendampingan. Pengembangan desa wisata juga mempercepat laju perekonomian di sektor pariwisata, tidak hanya berorientasi pada lingkungan perkotaan tetapi juga di pedesaan.

“Program ini diinisiasi karena adanya kebutuhan membangun desa menjadi Desa Wisata sesuai arahan Presiden pada tahun 2017 untuk gerakan mengembangkan desa wisata,” kata Wisnu. Desa wisata yang dibangun nantinya menggabungkan desa dengan pariwisata untuk membangun ekonomi kerakyatan dan meciptakan ketahanan nasional melalui desa yang mandiri.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.