(Beritadaerah – Komoditi) Kabupaten Tabanan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian untuk peningkatan produksi sayuran, tanaman dan obat, kembali mendapat bantuan dana dari pemerintah pusat melalui TP Mandiri, untuk sejumlah kecamatan sesuai dengan potensi alam masing-masing.

Bantuan dari pusat ini diarahkan untuk pengembangan sejumlah komoditi yang hampir sama dengan tahun lalu, namun kali ini ada budi daya pangan.

Kabupaten Tabanan khususnya Dinas Pertanian Tabanan dinilai berhasil dalam menjalankan sejumlah program pusat terkait bantuan pengembangan komoditi pertanian selama ini. “TP Mandiri ini didapat karena dari segi kepercayaan pemerintah pusat pada Kabupaten Tabanan, baik itu di antaranya menyangkut sisi anggaran yang serapan cukup tinggi untuk pengembangan pertanian selama ini, termasuk juga realisasi bantuan yang sesuai dengan jadwal penyelesaian dari pusat,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan Ir. I Nyoman Budana, M.M.

Selain mendapat bantuan untuk sektor pertanian dari Pemprov Bali, Tabanan juga mendapat alokasi dari pemerintah pusat dengan status TP Mandiri. Bantuan tersebut untuk pengembangan kawasan bawang putih dengan luasan mencapai 100 hektar dengan lokasi pengembangan di Kecamatan Penebel.

Tahun ini Tabanan juga mendapat bantuan pengembangan kawasan bawang merah dengan luasan mencapai 50 hektar. Lokasi pengembangan dilakukan di Kecamatan Kediri yang akan dijadwalkan tanam pada Maret mendatang. Ada pula bantuan kawasan aneka cabai seluas 75 hektar dengan rincian, cabai rawit 25 hektar dan cabai besar mencapai 50 hektar.  Lokasi pengembangan cabai rawit berada di Kecamatan Penebel, sedangkan untuk cabai besar dikembangkan di Kecamatan Baturiti.

Tahun ini bantuan dari pemerintah pusat menyasar pada kegiatan peningkatan produksi buah dan florikultura. Yakni, pengembang kawasan mawar 1unit dengan lokasi Kecamatan Baturiti. Kegiatan pengolahan dan pemasaran hasil berupa sarana pemasaran hortikultura 1unit dengan lokasi Kecamatan Selemadeg Barat.

Mekanisme penyerahan bantuan tersebut tidak lagi melalui lelang namun dengan mekanisme E-Katalog. Tujuannya untuk mempercepat serapan anggaran.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.