(Beritadaerah – Nasional) Pemerintah telah menetapkan lokasi dari Food Estate (lumbung pangan) di dua lokasi, Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Sumatera Utara.

Sebagai bentuk dukungan untuk program Food Estate, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian mengembangkan korporasi petani. Dengan cara ini, diharapkan hasil pertanian dari lokasi Food Estate bisa dimaksimalkan.

Pengembangan kawasan Food Estate Hortikultura menjadi salah satu program super prioritas Kementerian Pertanian (Kementan), demikian yang dikatakan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat rapat nasional BPPSDMP Kementerian Pertanian di Bogor, Jawa Barat.

“Tujuan food estate berbasis hortikultura yaitu untuk membangun kawasan hortikultura terpadu yang berdaya saing, ramah lingkungan dan modern, mendorong sinergitas dengan stakeholders dalam pengembangan food estate berbasis hortikultura, serta mendorong terbentuknya kelembagaan petani berbasis korporasi,” jelas Mentan Syahrul Yasin Limpo yang dikutip laman Pertanian, Jumat (15/1).

Adapun komoditas utama yang dikembangkan dalam Food Estate meliputi kentang sebagai bahan baku industri, bawang merah dan bawang putih. Kawasan Food Estate di Kalimantan Tengah (Kalteng) akan digarap di lahan seluas 168.000 hektar (ha). Di tahun 2020 dikerjakan seluas 30.000 ha sebagai model percontohan.

Dari luas lahan 30.000 ha tersebut ada di Kabupaten Pulang Pisau seluas 10.000 ha dan Kapuas 20.000 ha. Total luas areal yang dipersiapkan kurang lebih mencapai 1.000 ha. Kemudian areal yang sedang dalam penggarap seluas 215 ha. Ditargetkan peningkatan luas tanam dan produksi komoditas bawang merah, bawang putih dan kentang serta memperkuat kerjasama dan sinergi antar petani dengan stakeholders terkait.

Beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan inilah cara pembangunan pertanian yang harus kita tuju yaitu melalui skala luas dan menggunakan teknologi pertanian, sehingga nantinya harga pokok produksi bisa bersaing dengan harga komoditas yang sama dengan negara lain.

Presiden Jokowi telah menetapkan Food Estate menjadi salah satu program strategis pembangunan pertanian nasional tahun 2021. Harapannya tahun 2021, Food Estate dapat digarap dan segera diselesaikan. Setelah dilakukan maka selanjutnya perlu tahapan evaluasi untuk melihat kendala yang terjadi di lapangan, sehingga nantinya dapat menjadi contoh bagi provinsi lain.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.