(Beritadaerah – Sumatera) Pemerintah mendorong kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial dan budaya serta ekonomi masyarakat lokal. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DJPRL) menambah destinasi wisata alam di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Wisata yang dimaksud adalah Pusat Restorasi dan Pengembangan Ekosistem Pesisir (PRPEP) berupa selasar (tracking) mangrove di Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut yang masuk dalam administrasi Kabupaten Asahan.

PRPEP merupakan program KKP yang ditujukan untuk restorasi alam sekaligus difungsikan sebagai destinasi wisata terbatas, demikian yang dikatakan Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) TB Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe di Jakarta.

“Program rehabilitasi kawasan mangrove ini digandengkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya yang melibatkan masyarakat dalam pembangunannya,” kata Tebe yang dikutip laman KKP, Rabu (13/1)

Sedangkan, Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang Mudatstsir, mengapresiasi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan PRPEP di Desa Silo Baru, Kecamatan Silo Laut, Kabupaten Asahan, terutama yang telah berperan aktif.

Sementara itu, Tommy Prasetya, Kepala Bidang Pengendalian Usaha Perikanan Dinas Perikanan Asahan berharap tracking mangrove di Asahan bisa berkembang menjadi destinasi utama yang lengkap di Asahan. Ke depan wisata mangrove dapat dikelola baik oleh kelompok sehingga mampu memberikan dampak yang besar.

Pengembangan Hutan Mangrove di Kabupaten Asahan ini pun turut didukung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan. Selain bantuan dari KKP, kawasan di sekitar tracking juga akan disulap Pemkab Asahan bersama masyarakat menjadi wisata hutan mangrove yang lengkap dengan kuliner dengan mengusung konsep ekowisata yang mengedepankan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal.

Kegiatan ekowisata di Indonesia diatur Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 33 Tahun 2009. Salah satu dari proyek ekowisata yang terkenal yang dikelola pemerintah bersama dengan lembaga asing adalah ekowisata orang hutan di Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

3 Responses

  1. Apple

    Hey very nice blog!! Man .. Excellent .. Amazing .. I’ll bookmark your blog and take the feeds also…I’m happy to find numerous useful info here in the post, we need develop more techniques in this regard, thanks for sharing. . . . . .

    Reply
  2. Apple

    Hi there, I discovered your blog by the use of Google even as looking for a related matter, your website came up, it seems good. I have bookmarked it in my google bookmarks.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.