(Beritadaerah – Jakarta) Event Hong Kong International Licensing Show 2021 (HKILS 2021) akan diikuti oleh 20 pemilik kekayaan intelektual (KI) asal Indonesia. Untuk itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) dan sejumlah kurator profesional dalam program Katapel melakukan seleksi ketat melalui proses kurasi kepada 20 pemilik KI.

Melalui program ini, kita ingin mempromosikan kekayaan-kekayaan intelektual asli Indonesia ke dunia internasional, demikian yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Adapun ke-20 pemilik KI yang terpilih mengikuti HKILS 2021 ini adalah Tahilalats, Garudayana, Komik Ga Jelas, Emak Matic, Manguni Squad, Gugug!, Ghosty’s, dan Mintchan. Serta Si Juki, Bumilangit, Dudu, Kareem & Khaleel, Damn! I Love Indonesia, Maple Haven, Fun Cican, Ghost Parade, Where is My Cat?, Warganet Life, Meng, dan Niion.

“Selain melakukan seleksi pemilik kekayaan intelektual, program Katapel yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf/Baparekraf juga memperkenalkan karya dari para pemilik kekayaan intelektual Indonesia dengan para calon pembeli yang berasal dari berbagai belahan dunia,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Selasa (12/1). 

Dijelaskan oleh Nia, fasilitasi ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari kekayaan intelektual lokal yang diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif ekspor Indonesia. Basis industri kreatif sangat mengandalkan kekuatan kapitalisasi kekayaan intelektual untuk mendapat nilai tambah ekonomi. Saat situasi pandemi seperti ini, ekonomi kreatif khususnya dalam aspek komersialiasi kekayaan intelektual bisa menjadi alternatif bagi kita untuk meningkatkan nilai ekspor. 

Sementara itu, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Yuana Rochma Astuti, menuturkan Hong Kong merupakan salah satu hub ekonomi penting di Asia karena letak geografisnya yang strategis. Selain itu, Hong Kong juga salah satu pasar komersialisasi kekayaan intelektual terbesar di dunia.

Ditambahkan oleh Yuana, Kemenparekraf/Baparekraf berharap melalui program ini ekonomi kreatif nasional berbasis kapitalisasi kekayaan intelektual atau penjualan lisensi karya bisa bersaing di pentas global sehingga bisa mendorong peningkatan ekspor dan produk domestik bruto ekonomi kreatif.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

2 Responses

  1. Apple

    It’s really a nice and helpful piece of information. I’m happy that you just shared this helpful information with us. Please stay us informed like this. Thanks for sharing.

    Reply
  2. rastreator prestamos

    It’s actually a nice and helpful piece of information. I’m glad that you shared this useful information with us. Please keep us informed like this. Thanks for sharing.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.