(Beritadaerah – Jakarta) Guna mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kediri menjalin kolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) wilayah Kabupaten Jombang. Menurut Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Kediri, Syaiful Arifin, Bea Cukai Kediri akan memberikan wadah untuk pelaksanaan kegiatan asistensi terkait ekspor.

“Salah satu langkahnya yaitu menemukan asosiasi atau konsorsium yang bisa menaungi para pelaku IKM. Dengan begitu para IKM fokus dengan produknya saja, untuk kegiatan tata laksana ekspor dan logistik bisa diurus oleh pihak asosisiasi dan konsorsium,” terang Syaiful saat melakukan pertemuan dengan Ketua KADIN Jombang, Joko Purwanto, di Kantor KADIN Jombang, Jumat (08/01).

Kepada para ketua asosiasi IKM batik dan manik-manik serta para penggiat pasar dari produk IKM di wilayah Jombang, Syaiful mengatakan bahwa produk manik-manik banyak peminat dari luar negeri. Oleh karena itu, produk kerajinan ini merupakan peluang ekspor yang sangat berharga dan tidak boleh dilewatkan.

“Produk batik Jombang coraknya diselaraskan dengan khas Jombang, pada aspek pemasaran sementara masih berkutat di sekitar Jawa Timur saja, tetapi para pelaku usaha berharap bisa mampu menembus pasar luar negeri. Sedangkan produksi manik-manik ada proses daur ulang bahan baku berupa sampah pecahan kaca yang sudah tidak digunakan lagi, diolah sedemikian rupa hingga menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tinggi,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini mampu menggugah semangat para pengrajin IKM di wilayah Kabupaten Jombang khususnya untuk lebih mampu mengembangkan dan menstandardisasi produknya sehingga mampu menembus pasar Internasional.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.