(Beritadaerah – Nasional) Pada tahun 2020, lifting minyak bumi mencapai 707 mbpod, pencapaian ini melampaui target, demikian yang disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif saat pernyataan pers kinerja tahun 2020 dan program 2021 di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (7/1).

Menteri Arifin menjelaskan mengenai realisasi Lifting Migas tahun 2020 mencapai 1.682 mboepd atau sebesar 99,1% dari target APBN-P 2020, terdiri dari lifting minyak 707 mbopd atau 100,1% dari target (705 mbopd). Sementara realisasi lifting gas sebesar 975 mboepd atau 98% dari target (992 mboepd). Sedangkan target lifting migas tahun 2021 sesuai APBN ditetapkan sebesar 1.712 mboepd, terdiri atas lifting minyak sebesar 705 mbopd dan lifting gas 1.007 mboepd. Dengan keberhasilan ini tentunya tak lepas dari kerja keras berbagai pihak, khususnya SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas untuk terus menggenjot kegiatan eksplorasi.

Selain itu juga, Menteri Arifin menuturkan, tahun 2020 ini dari alokasi anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp 6,2 triliun, realisasinya berhasil mencapai Rp 5,8 triliun atau 93,5%. Realiasi tersebut merupakan realisasi terbesar selama 11 tahun terakhir.

“Laporan keuangan Kementerian ESDM berhasil mendapat predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK. Sudah terjadi selama 4 tahun berturut-turut,” kata Arifin yang dikutip laman ESDM, Kamis (7/1).

Di tengah tantangan ekonomi global serta pandemi COVID-19 yang melanda dunia, penerapan kebijakan fleksibilitas kontrak migas menjadi salah satu faktor pendorong dan membuka peluang bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk bebas memilih skema kontrak bagi hasil PSC Cost Recovery dan PSC Gross Split. Tahun ini, penyiapan dan lelang WIlayah Kerja (WK) Migas juga menjadi program dan kegiatan prioritas sektor ESDM.

Di samping itu, Pemerintah juga terus mendorong kegiatan eksplorasi migas secara masif dengan menggarap ladang baru serta mengembangkan WK eksisting. Sebagaimana diketahui, Indonesia memiliki 128 cekungan sediman migas, 68 diantaranya belum dieksplorasi dan sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur.

Selain hal diatas, Menteri ESDM juga memaparkan capaian dan program masing-masing subsektor seperti realisasi rasio elektrifikasi tahun 2020 sebesar 99,20% atau meningkat 14,85% dalam 6 tahun terakhir (tahun 2014 sebesar 84,35%), realisasi kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) dan lainnya.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.