(Beritadaerah – Nasional) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove di Indonesia, termasuk ekosistem mangrove di Kalimantan. Untuk itu Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP telah merampungkan penanaman 572.920 bibit mangrove pada area seluas 65,64 hektare yang tersebar di provinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Plt. Dirjen PRL, TB Haeru Rahayu mengatakan mangrove merupakan salah satu ekosistem laut yang memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan masyarakat pesisir.

“KKP akan merehabilitasi kawasan mangrove yang rusak agar luasan hutan mangrove di Indonesia terus bertambah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Tebe, sapaan akrab TB Haeru Rahayu, menjelaskan, selain bertujuan untuk pemulihan ekosistem mangrove, kegiatan penanaman mangrove juga disandingkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya.

“Kegiatan penanaman mangrove dilakukan secara padat karya guna membantu pemulihan ekonomi masyarakat sekitar hutan mangrove yang terdampak pandemi,” jelasnya.

Sedangkan Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Getreda M. Hehanussa mengungkapkan bahwa penanaman mangrove dengan biaya mencapai 3,2 miliar telah dilakukan sejak bulan November 2020.

“Untuk penanaman mangrove di wilayah Kalimantan Barat dilakukan di Kabupaten Mempawah seluas 32 Ha dengan 320.000 bibit oleh Pokmaswas Karya Semula, di Kota Singkawang seluas 10 Ha dengan 100.100 bibit oleh Kelompok Mangrove Pantai Harapan, Kelompok Mangrove Cahaya Sinar Mandiri, dan Koperasi Produsen Perikanan Naram Jaya Abadi, serta di Kabupaten Sambas seluas 10 Ha dengan 90.000 bibit oleh Kelompok Masyarakat Pesisir Polaria Selakau,” ungkap Getreda.

Sedangkan di wilayah Kalimantan Timur dilakukan di Kabupaten Penajam Paser Utara seluas 13,64 Ha dengan 62.820 bibit oleh Pokdarwis Lestari Tanjung Berseri. Lebih lanjut, Getreda mengungkapkan untuk jenis mangrove yang ditanam didominasi oleh Rhizophora spp. Getreda berharap kegiatan penanaman mangrove ini agar bisa berkelanjutan.

Dari perwakilan masyarakat, Ketua Pokmaswas Karya Semula, Herry Albar mengucapkan terima kasih kepada KKP karena melalui upah penanaman mangrove mampu menghidupkan kembali pendapatan ekonomi masyarakat di kala pandemi COVID-19 ini.

“Masyarakat antusias sekali dalam kegiatan penanaman mangrove ini. Tidak hanya menambah pemasukan kami, namun kegiatan ini memotivasi untuk melestarikan mangrove. Kami selalu siap untuk menjaga mangrove ini,” ujarnya.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.