(Beritadaerah – Komoditi) Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait dengan kondisi kedelai di pasar dunia yang sedang tidak stabil, meminta agar importir kedelai memenuhi pasokan kebutuhan kedelai dengan menggunakan stok kedelai yang masih dimiliki saat ini.

Stok yang masih dimiliki oleh importir kedelai dianggap masih cukup untuk memasok kebutuhan produsen pengguna kedelai di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kemendag Suhanto mengungkapkan, stok kedelai di gudang Asosiasi Importir Kedelai Indonesia (Akindo) masih sebanyak 450.000 ton. Angka tersebut cukup untuk kebutuhan hingga tiga bulan ke depan atau untuk Triwulan 1 tahun 2021.

“Apabila kebutuhan kedelai untuk para anggota Gakoptindo sebesar 150.000 ton-160.000 ton per bulan, maka stok tersebut seharusnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan 2 bulan-3 bulan mendatang,” kata dia dalam siaran persnya, Minggu (3/1/2021).

Sebelumnya, terjadi kenaikan harga tahu dan tempe melalui Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo). Hal itu akibat adanya kenaikan harga kedelai di tingkat pengrajin.

Kenaikan disampaikan menjadi Rp9.500 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp9.000 per kg. Kenaikan tersebut terjadi akibat meningkatnya harga kedelai dunia saat ini.

Kenaikan harga kedelai dunia dipicu oleh melonjaknya permintaan dari China hingga dua kali lipat. Pada tahun 2020, permintaan kedelai China mencapai 30 juta ton dari sebelumnya hanya 15 juta ton.

Berdasarkan data The Food and Agriculture Organization (FAO), harga rata-rata kedelai pada Desember 2020 tercatat sebesar US$461 per ton. Angka tersebut naik 6% dibanding bulan sebelumnya yang tercatat US$435 per ton.

“Untuk itu perlu dilakukan antisipasi pasokan kedelai oleh para importir karena stok saat ini tidak dapat segera ditambah mengingat kondisi harga dunia dan pengapalan yang terbatas,” terang Suhanto.

Berdasarkan data BPS, saat ini harga rata-rata nasional kedelai pada Desember 2020 sebesar Rp 11.298 per kg. Harga ini turun 0,37% dibanding bulan November 2020 dan turun 8,54% dibandingkan Desember 2019.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.