(Beritadaerah – Kolom) Tahun 2020 sudah akan kita tinggalkan dan segera jejak pertama tahun 2021 akan kita jalani. Bekal sudah disiapkan untuk perjalanan baru di tahun 2021, sejumlah harapan dan optimisme membuat kita tidak menjadi tertunduk saat menatap matahari pertama di tahun 2021. Solidaritas bangsa melewati tahun 2020 merupakan modal besar yang akan kita bawa di sepanjang tahun 2021. Pandemi yang hadir menekan seluruh kehidupan bangsa telah kita hadapi bersama di tahun 2020. Masih menatap tahun 2021 dengan kehidupan yang berbeda karena pandemi belum berakhir, harapan untuk segera berakhir tentu ada di setiap kita namun tetaplah sekarang menjaga diri dengan tetap setia dan disiplin pada protokol kesehatan.

Kita juga membawa bekal inovasi anak bangsa menghadapi pandemi yang belum selesai. Sejumlah karya menggembirakan ditemukan akhir tahun 2020, antara lain ditemukannya GeNose C19, Alat deteksi COVID-19 lewat embusan napas hasil karya UGM. Sertfikasi pesawat N-219 yang menjadi energi positif kebangkitan industri dirgantara Indonesia. Tantangan tahun 2021 adalah bagaimana inovasi dan kreatifitas tidak berhenti dihasilkan. Meningkatkan produktifitas sumber daya manusia adalah tantangan agar bisa lepas melesat menjadi negara maju. Kita tidak disurutkan oleh pandemi untuk berinvestasi pada modal manusia dengan pendidikan dan mengedapankan kesehatan.

Tahun 2021 kita masuk dengan modal digitalisasi di berbagai sektor, tekanan pandemi malahan membawa percepatan digitalisasi. Pendidikan jarak jauh menjadi mungkin karena digitalisasi, belum lagi unit usaha harus tetap bertahan dengan inovasi digital. Terjadi deepening maupun widening pada perdagangan online, orang membeli secara online pada produk yang sebelumnya tidak dilakukan. Sudah biasa belanja sayur, tanaman, makanan poko secara online. UMKM dapat bertahan karena pertumbuhan digitalisasi yang pesat.

Kita juga masuk tahun 2021 dengan berbekal undang-undang Cipta Kerja, seperti namanya, harapan disana adalah terciptanya lapangan kerja baru. Bukan saja melalui investasi asing tapi juga investasi dalam negeri. New normal tentunya menjadi harapan untuk peluang baru tercipta, keterbatasan pergerakan manusia dan barang memberikan tantangan untuk menyediakan pangan dan energi lebih besar.

Tahun 2020 memberikan optimisme karena Indonesia tidak mengalami kontraksi ekonomi sedalam negara-negara lain. Tindakan Indonesia tidak melakukan lockdown menyelamatkan ekonomi dari keterpurukan yang besar. Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 berkisar 4,5% – 5,5%. Bank Indonesia perkirakan akan mencapai 4,8 – 5,8%. Sementara itu beberapa Lembaga internasional menyebutkan: IMF (6,1%), World Bank (3% – 4,4%) dan ADB (5,3%).

Analis Vibiz Research dalam hal ini perkirakan di angka 5,3% atau sekitar itu untuk pertumbuhan ekonomi tahun 2021. Kita berharap juga pertumbuhan ekonomi Indonesia ini selanjutnya akan kembali kepada momentum pra-Covid, di sekitar level 5%.

Kita menapaki tahun 2021 dengan optimisme, kemampuan bertahan di tahun 2020 kita syukuri, dan sekarang tetap bekerja keras, penuh inovasi, kreatifitas, dan tetap bergandengan tangan dalam solidaritas yang tak pernah berhenti.

 

About The Author

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.