(Beritadaerah – Brebes) Kebutuhan garam setiap tahunnya mengalami peningkatan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri. Terkait dengan hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penerapan teknologi dalam upaya meningkatkan produksi dan mutu garam nasional. Sehingga ke depan Indonesia dapat swasembada garam. KKP melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut meresmikan washing plant/alat pencuci dan permunian garam di Brebes, Jawa Tengah.

Peresmian dilakukan secara simbolik oleh Plt. Dirjen PRL TB Haeru Rahayu bersama, Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Sekretariat Kabinet (Setkab) Agustina Murbaningsih, dan Wakil Bupati Brebes Narjo, Selasa (22/12) lalu di Desa Pesantunan Kec. Wanasari, Brebes.

Washing plant adalah rangkaian mesin berikut tempat dan peralatannya untuk mencuci dan memurnikan garam, yang terdiri dari bagian penggilingan/penghancur, pencucian, penirisan dan pengeringan, iodisasi, serta pengepakan.

Bahan baku yang digunakan adalah garam dengan SNI 4435:2017 dengan kadar Natrium Klorida (NaCl) atas dasar berat kering sebesar 85%-94% dan menghasilkan output garam minimum sesuai SNI 3556:2016 dengan kadar Natrium Klorida (NaCl) minimal sebesar 94 %.

Bantuan washing plant senilai Rp 2,7 miliar yang diresmikan tersebut, diserahkan secara langsung oleh Plt. Dirjen PRL TB Haeru Rahayu kepada Koperasi Garam Mekar Sari Sejahtera sebagai penerima bantuan.

Dikutip laman KKP, Rabu (30/12), TB Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe mengatakan pembangunan washing plant bertujuan untuk meningkatkan kualitas garam rakyat guna memenuhi kebutuhan industri sehingga mampu menyerap produksi garam rakyat dan meningkatkan harga jual garam, serta membangun akses pasar garam berbasis ekonomi rakyat.

“Alat pencuci garam dengan kapasitas produksi 20 ton/hari ini diharapkan dapat memenuhi potensi pasar garam yang ada sehingga dengan meningkatnya produksi garam berkualitas dapat meningkatkan kesejahteraan petambak garam di Kabupaten Brebes,” ujar Tebe.

Tebe mengungkapkan pada tahun 2020, KKP melalui Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) memberikan bantuan washing plant di 7 lokasi, yaitu Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Pati, Kabupaten Brebes, Kabupaten Sampang, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Setkab Agustina Murbaningsih menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo sangat memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan.

Sedangkan Wakil Bupati Brebes Narjo dalam kesempatan yang sama berterima kasih kepada KKP yang telah memberikan perhatian untuk Kabupaten Brebes dengan berbagai program kelautan dan perikanan, khususnya program PUGaR dalam upaya menangani permasalahan garam nasional. Terlebih, pada upaya mencapai swasembada garam nasional.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.