(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis) Kementerian Perdagangan terus melakukan berbagai cara di tengah pembatasan sosial untuk menggenjot ekspor dengan menggunakan pemanfaatan teknologi. Salah satunya, melalui penyelenggaraan webinar penjajakan kesepakatan dagang dan kerja sama antara para pelaku usaha Indonesia dan Finlandia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan menyampaikan, potensi ekspor ke Finlandia bagi produk-produk Indonesia masih terbuka lebar. Indonesia menempati peringkat ke-39 sebagai negara asal impor Finlandia. Nilai ekspor Indonesia ke Finlandia periode Januari-Oktober 2020 mencapai USD50,79 juta. Produk ekspor utama Indonesia ke Finlandia adalah produk karet, alas kaki, buah kaleng, perlengkapan meja dan dapur, serta mesin cetak, copy, dan faks.

Dalam acara ini, Kementerian Perdagangan menggandeng Findolainen Business Hub Ltd. yang merupakan badan pelaksana (company spotter/implementing agency) dari Finnpartnership yaitu sebuah program kemitraan bisnis di bawah Kementerian Luar Negeri Finlandia. Program tersebut bertujuan memberikan dampak ekonomi melalui promosi perdagangan antara Finlandia dan negara berkembang.

“Melalui Layanan Business Matching ini, perusahaan dan para pelaku bisnis Indonesia dapat mencari mitra bisnis di Finlandia. Para pelaku usaha yang tertarik mengikuti kegiatan ini dapat mengirimkan formulir aplikasinya lengkap dengan salinan dokumen pendukung,” jelas Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, Marolop Nainggolan, Dalam siaran pers, Sabtu (26/12/2020).

“Apabila terdapat mitra bisnis dari Finlandia yang berminat bekerja sama, selanjutnya akan diatur pertemuannya. Dalam sebulan, kuota perusahaan yang dapat difasilitasi melalui layanan ini sangat terbatas. Oleh karena itu, pemilihan perusahaan dilakukan dengan selektif,” tuturnya.

Marolop menjelaskan, bagi Indonesia, pasar Finlandia memiliki potensi ekspor yang masih belum dioptimalkan (untapped export potential).

Sebagai contoh, produk kopi. Berdasarkan data International Trade Center (ITC), pada periode tahun 2015–2019, ekspor kopi Indonesia ke Finlandia baru sebesar USD764 ribu. Sedangkan potensi ekspor kopi Indonesia di pasar Finlandia mencapai USD17,6 juta di 2024.

Managing Director Findolainen Business Hub Ltd, Dea Viinikainen juga menambahkan, Finlandia merupakan pasar yang menaruh perhatian tinggi selain terhadap kualitas juga kelestarian lingkungan. Produk yang sederhana, praktis dengan kemasan minimal, dan menghargai lingkungan (berkelanjutan) semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Marolop menegaskan, di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Perdagangan akan terus mengupayakan pengembangan ekspor. “Untuk itu, layanan kemitraan bisnis yang disediakan Trade Promotion Office negara lain perlu dimanfaatkan sebaik mungkin,” tandasnya.

Selain itu, Kementerian Perdagangan sedang berupaya menyelesaikan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani
Foto: BPMI

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.