(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis) Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGaR) kepada petambak garam di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, untuk memulihkan ekonomi nasional dan usaha garam rakyat.

Bantuan senilai Rp.1,3 miliar diserahkan secara langsung oleh Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang kepada tiga (3) kelompok petambak garam. Bantuan yang disalurkan berupa rumah tunnel garam, penataan lahan pendukung rumah tunnel garam, dan sarana prasarana pendukung rumah tunnel.

Rumah tunnel garam merupakan salah satu metode produksi garam yang memanfaatkan teknologi rumah kaca kristalisasi garam. Penerapan metode ini memungkinkan produksi garam dilakukan sepanjang tahun termasuk dalam musim penghujan.

Produksi garam dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang ada dan menambahkan wadah tampungan dengan bantuan geoisolator dan penutup yang dirangkai seperti lorong atau disebut dengan tunnel.

Plt Dirjen PRL, TB Haeru Rahayu mengatakan sesuai dengan arahan Presiden, Joko Widodo, kegiatan PUGaR juga disandingkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Jadi dilaksanakan secara padat karya, menyerap tenaga lokal guna membantu perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Ada 20 kabupaten/kota yang menjadi target untuk penyaluran bantuan usaha pegaraman ini,” ujar Tebe di Jakarta, Minggu (20/12/2020).

Program PUGaR sendiri bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas garam rakyat sekaligus mendukung pencapaian swasembada garam nasional.

Bantuan PUGaR di Pidie Jaya menghasilkan rumah tunnel sebanyak 80 unit beserta kelengkapannya yang terbagi di tiga (3) lokasi. Kelompok pertama adalah Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Makmur Sejahtera yang berlokasi di Gampong Lancang, Kecamatan Bandar Baru. Kedua, Kelompok Pante Kutaran yang akan mengelola di Gampong Meunasah Balek, Kecamatan Meureudu. Terakhir, Kelompok Pugar Baru yang bertempat di Gampong Peurade, Kecamatan Panteraja.

Sementara itu, Ketua Kelompok Pante Kutaran, Azhar M menyampaikan semangat kelompoknya dalam memproduksi garam di masa pemulihan ekonomi nasional ini. Selain Azhar, Ketua Kelompok Pugar Baru, Bukhari juga berharap kelompoknya bisa menghasilkan garam yang berkualitas.

“Kegiatan pembangunan rumah tunnel terintegrasi menjadi metode baru bagi kami dalam memproduksi garam. Kami ingin memproduksi garam lebih cepat dan berkualitas bagus,” jelas Bukhari.

Serah terima bantuan disaksikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pidie Jaya, Koramil (Panteraja, Meureudu, Bandar Baru) Polsek (Panteraja, Meureudu, Bandar Baru), Camat dan Geuchik (Bandar Baru, Panteraja, Meureudu).

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.