Realisasi Kerja Sama RI dengan UEA, PLTS Terapung Cirata Mulai Dibangun

(Beritadaerah – Purwakarta) Indonesia akan segera memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung pertama dan terbesar di Asia Tenggara. Hal tersebut ditandai dengan Project Kick Off Ceremony antara Independent Power Producer (IPP), kerja sama PT PJBI dan MASDAR Uni Emirat Arab (UAE) yang merupakan anak usaha dari Mubadala Investment Company, perusahaan investasi yang dimiliki oleh Pemerintah UAE di Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat pada hari Kamis (17/12).

Proyek pembangunan PLTS Cirata ini merupakan salah satu di antara sebelas kesepakatan bisnis yang dihasilkan dalam kunjungan bilateral Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo ke UEA pada 11-14 Januari 2020 lalu.

Proyek pembangunan PLTS Terapung secara resmi dibangun dan terpasang di Waduk Cirata dengan investasi senilai US$ 129 juta. PLTS terapung ini diproyeksikan memproduksi listrik sebesar 250 GWh/tahun.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya mendorong badan usaha agar tetap menyediakan pasokan listrik yang cukup melalui pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan memperhatikan rantai pasok energi primer. Ketersediaan listrik dan kemudahan akses bagi masyarakat serta harga yang terjangkau, menjadi kewajiban yang harus diwujudkan oleh pemerintah, hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM Dadan Kusdiana yang mewakili Menteri ESDM Arifin Tasrif.

“Dibuktikan dengan capaian rasio elektrifikasi pada akhir 2019 sebesar 98,89% dan ditargetkan menjadi 99,9% pada 2020,” ungkap Dadan yang dikutip laman ESDM, Jumat (18/12).

Selain memanfaatkan sumber-sumber energi berbasis fosil sebagai sumber energi listrik, pemerintah juga memanfaatkan sumber-sumber energi baru terbarukan yang lebih ramah lingkungan, seperti energi surya dan air sebagai wujud komitmen pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca di sektor pembangkit.

PLTS Terapung Cirata, merupakan bagian dari Proyek Percepatan Infrastruktur Ketenagalistrikan Pemerintah Republik Indonesia melalui PT. PLN (Persero) dalam rangka meningkatkan bauran Energi Baru Terbarukan agar mencapai target 23% energi terbarukan di tahun 2025.

Nilai investasi proyek ini mencapai US$ 129 juta atau sekitar Rp 1,8 triliun, dengan komposisi saham 51% oleh PT PJBI dan 49% Masdar. Nantinya, PLTS Terapung Cirata akan dibangun dan dioperasikan oleh PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energy (PMSE).

Hadir dalam acara seromoni yakni Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Deputi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Staf Ahli Sektor Investasi Prioritas Badan Koordinasi Penanaman Modal, serta Wakil Ketua Komisi VII DPR dan instansi terkait lainnya.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu