(Beritadaerah – Jakarta) Intervensi akan dilakukan Pemerintah dengan menambah alokasi dana pembangunan Tower Base Transceiver Station (BTS) 4G di seluruh desa yang belum terjangkau layanan telekomunikasi. Dana APBN 2021 dan 2022 untuk pemerataan akses jaringan telekomunikasi 4G itu akan melengkapi alokasi Universal Service Obligation (USO).

“Ada sekitar 12.500 desa yang belum mendapatkan layanan 4G. Ini akan diselesaikan hingga akhir 2022,” demikian diungkapkan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Ismail pada sambutan ICTStand Sharing Session yang mengusung tema Tren Teknologi Perangkat Telekomunikasi dalam Era Digital, yang berlangsung virtual dari Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Infrastruktur disiapkan sebagai upaya percepatan koneksi internet ke seluruh pelosok tanah air supaya operator telekomunikasi dapat melayani masyarakat hingga ke pelosok. Tidak hanya dengan intervensi APBN, pemerintah juga menyiapkan regulasi baru yang sudah dimasukkan dalam Undang-undang Cipta Kerja untuk memberikan ruang bagi industri berinovasi dalam mempercepat proses transformasi digital.

Selama bertahun-tahun infrastuktur telekomunikasi sudah dibangun oleh para pelaku usaha (operator telekomunikasi), bahkan mereka sudah membangun ribuan kilometer jaringan serat optik dan ratusan ribu BTS. Namun, mengingat kini infrastruktur harus tersedia dimana-mana dengan kualitas yang terbaik dan biaya terjangkau, pemerintah harus melakukan upaya percepatan.

Bila biasanya pembangunan infrastruktur pasif dilakukan oleh operator telekomunikasi, melalui UU Cipta Kerja, pemerintah akan melakukan upaya lebih aktif untuk menyiapkannya. Selain itu UU Cipta Kerja juga memungkinkan berbagai kemudahan dalam bentuk kerja sama, agar infrastruktur yang dibangun oleh operator telekomunikasi dapat dikerjasamakan satu dengan lainnya.

Pemerintah melakukan hal tersebut untuk mengantisipasi percepatan transformasi digital. Perubahan aktivitas dari ruang konvensional ke digital. Percepatan transformasi digital di industri 4.0 untuk mengantisipasi perubahan produksi dan pemasaran yang diperlukan, sehingga aktivitas dilakukan melalui ruang digital.

Proses pertama transformasi digital dimulai dengan mendigitalkan informasi menjadi sebuah konten. Kemudian dilanjutkan dengan digitalisasi, yakni upaya memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai proses aktivitas. Dalam dunia usaha, ini merupakan suatu tujuan untuk penghematan biaya dan membuka ruang revenue baru.

Kondisi pandemi Covid-19 ini semakin mempercepat proses transformasi digital, karena masyarakat harus survive dalam perubahan. Terlebih ekonomi di seluruh dunia mengalami kontraksi luar biasa, sehingga Indonesia harus cepat melakukan transformasi digital demi terhindar dari resesi ekonomi. Hal terpenting dalam proses transformasi digital itu adalah ketersediaan konektivitas internet. Infrastruktur merupakan prasyarat yang harus disediakan terlebih dahulu agar masyarakat bisa masuk ke dunia digital.

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.