(Beritadaerah – Jakarta) Menindaklanjuti pernyataan kehendak yang telah ditanda tangani pada 3 September 2020, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama dengan The Minderoo Foundation Trust menandantangani perjanjian kemitraan dalam mendukung target pengurangan sampah plastik laut di Indonesia sebesar 70% pada tahun 2025 yang telah diterbitkan pada Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2018 oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Chairman of Minderoo Foundation Trust Andrew Forrest pada Kamis (17 – 12 – 2020).

Visi kemitraan ini yang melibatkan antara lain Kementerian LHK dan Kementerian Perindustrian adalah untuk mempromosikan daur ulang plastik sebagai mesin pertumbuhan pemulihan hijau. Melalui penandatanganan kerja sama ini diharapkan dapat menaikkan kapasitas daur ulang plastik di Indonesia dengan merancang solusi perdagangan berbasis pasar untuk plastik daur ulang dan memberikan insentif finansial untuk pengumpulan, daur ulang, dan pemanfaatan sampah plastik daur ulang sebagai bahan baru bagi industri.

“Kerja sama ini merupakan bentuk persahabatan antara Indonesia dan Australia. Melalui kerja sama ini, sampah plastik yang selama ini tidak terkelola dengan baik telah menjadi masalah besar bagi lingkungan, diharapkan melalui program ini dapat dikurangi dan digunakan sebagai bahan yang dapat didaur ulang menjadi bahan baru,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Dengan mencapai tingkat daur ulang yang lebih tinggi untuk plastik di Indonesia, kerja sama ini akan berkontribusi pada tujuan Indonesia dalam mengurangi sampah plastik laut, menciptakan lapangan kerja hijau dalam industri daur ulang domestik, dan mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor plastik. Proyek ini juga akan berkontribusi pada Pembangunan Berkelanjutan PBB, Sustainable Development Goals (SDGs), dari segi pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri, inovasi, dan infrastruktur, pembangunan kota dan komunitas berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kehidupan yang layak di bawah air.

“Plastik menjadi masalah yang harus diselesaikan bersama, karena semakin banyak produksi plastik baru, maka polusi sampah plastik semakin meningkat. Kerja sama ini menjadi bentuk tanggung jawab kita terhadap lingkungan, serta generasi di masa mendatang,” disampaikan oleh Chairman of Minderoo Foundation Trust Andrew Forrest.

“Kerja sama ini merupakan implementasi konkrit dari keseriusan pemerintah Indonesia untuk mencapai target dalam menanggulangi sampah plastik di laut. Kami harap melalui penandatanganan kerja sama ini, program yang telah dirancang bersama dapat segera terlaksana,” tutup Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Nani Hendiarti.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.