Kemenko Marves Gelar Indonesia China Tourism and Investment Forum di Danau Toba, Sumut

(Beritadaerah – Danau Toba) Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) menggelar ajang bergengsi bertajuk Indonesia-China Tourism and Investment Forum for 5 Key Super Priority Tourism Destinations yang diselenggarakan pada tanggal 17 – 18 Desember 2020 bertempat di The Caldera, Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Forum ini difokuskan pada kerja sama kedua belah negara dalam bidang investasi strategis, perdagangan, pariwisata, dan kesehatan terkait pandemi COVID-19 serta kelanjutan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, memudahkan akses kawasan wisata, mendongkrak lapangan kerja baru serta dapat mengakselerasi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Hingga saat ini pemerintah juga sangat fokus dalam pemulihan ekonomi nasional terutama dalam bidang pariwisata, demikian yang disampaikan oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan.

“Melalui Kemenko Marves, pemerintah memang fokus dalam pembangunan dari lokasi pariwisata yang ada khususnya Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, dan Likupang. Pembangunan infrastruktur akan dikerjakan terutama yang menyambungkan area distribusi, ada juga untuk akses pariwisata,” kata Menko Luhut dalam siaran persnya pada hari Jumat (18/12).

Ditambahkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio bahwa penerapan protokol kesehatan menjadi hal penting untuk diperhatikan industri dan masyarakat. Para pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif maupun wisatawan harus melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan dan kepedulian. Rasa kepedulian terhadap diri kita sendiri, keluarga, sahabat, teman-teman, dan yang paling penting terhadap sektor pariwisata.

Sedangkan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menuturkan bahwa pandemi COVID-19 telah memberikan dampak ekonomi yang sistemik, masif, dan terstruktur di seluruh dunia. Perubahan gaya hidup mendorong pemerintah serta dunia usaha untuk melakukan evaluasi serta penyesuaian kebijakan-kebijakan baru, yang tentunya harus dilakukan secara cepat.

BKPM melakukan pendekatan-pendekatan di luar kebiasaan, tidak hanya untuk menangkap peluang investasi baru dari relokasi usaha, namun juga dalam penyelesaian persoalan investasi yang mangkrak. Menurut data BKPM, 74,8 persen dari target investasi tahun 2020 sebesar Rp 817,2 triliun telah terpenuhi dan sisanya optimis dapat terpenuhi akhir tahun ini.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata China, Mr. Zhang Xu melalui saluran virtual menjelaskan, kami sepakat untuk terus melakukan kolaborasi internasional guna penanganan dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19, mempromosikan kerja sama di bidang ekonomi dan perdagangan bilateral kedua negara, terutama dalam mendukung pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu