(Beritadaerah – Jakarta) Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kinerja investasi sektor kelautan dan perikanan yang bersumber pada penanaman modal asing (PMA), penanaman modal dalam negeri (PMDN), dan kredit investasi sampai dengan Triwulan III-2020, telah mencapai Rp 4,55 triliun atau mencapai 87,33% dari target tahun 2020 sebesar Rp 5,21 triliun.

Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP menggelar acara webinar Marine and Fisheries Business and Investment Forum bertajuk ’Peluang Investasi Kelautan dan Perikanan Unggulan Menyambut Era New Normal’ yang berlangsung di Jakarta.

Dalam webinar tersebut Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari, Mansur menyampaikan bahwa terbuka peluang investasi seluas-luasnya di sektor kelautan dan perikanan, salah satunya di Kendari. Pemerintah Kota Kendari telah menyiapkan lahan tanah seluas 7,92 hektare di sekitar Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) untuk industri perikanan dan penunjang.

Mengutip laman KKP, Rabu (16/12), Mansur katakan lahan tersebut semakin potensial mengingat terletak di daerah penangkapan ikan di WPP 714 dan 715. Selain itu keuntungan berinvestasi di PPS Kendari seperti aksesibilitas jalur distribusi ikan dari dan keluar PPS dengan adanya Bandara, Kendari New Port, infrastruktur jalan beraspal tanpa hambatan dan jembatan Teluk Kendari yang bisa ditempuh dalam waktu relatif singkat dari PPS.

Sedangkan investasi sektor perikanan lain yang terbuka yakni di Sulawesi Tengah, terdapat kawasan industri aquakultur terintegrasi di Luwuk – Banggai. Business Development PT Courage Consulting Indonesia, Syarif Wijaya Salim menyebut komoditas yang diangkat adalah udang vannamei.

Dijelaskan oleh Syarif bahwa keunggulan kawasan industri budidaya udang adalah dikelola dengan smart management system dimana menggunakan integrated command center untuk manajemen tambak udang dan pemantauan realtime online melalui HP, sistem pemberikan pakan otomatis dan layout tambak efisien.

Selanjutnya, di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, menawarkan investasi yang tak kalah menarik. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Sumbawa, Junaidi memastikan, dia bersama Pemerintah Provinsi NTB telah mendorong percepatan pembangunan di kawasan Saleh-Moyo-Tambora (SAMOTA) yang merupakan Kawasan Strategis Provinsi di Sumbawa.

Di kawasan tersebut, tepatnya Teluk Saleh selain memiliki aquarium raksasa, komoditas potensialnya adalah mutiara, kerapu, rumput laut, tambak garam dan udang. Selain SAMOTA, Junaidi juga menawarkan peluang investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teluk Santong.

Selain daerah tersebut, ada beberapa daerah yang menawarkan peluang investasi seperti di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, Kepulauan Bangka Belitung.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.