(Beritadaerah – Industri & Jasa) DAMRI sebagai BUMN yang bergerak di bidang transportasi darat dan merupakan operator bus dengan armada terbesar di Indonesia memiliki komitmen untuk turut serta berkontribusi mencapai target kendaraan listrik berbasis baterai sebesar 20% daro populasi kendaraan di Indonesia pada tahun 2025.

Kendaraan listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle merupakan salah satu fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo. Beberapa alasan strategis yang menjadikan kendaraan listrik berbasis baterai ini memiliki peranan penting di masa depan, di antaranya adalah emisinya yang rendah atau nol sehingga mengurangi polusi, menurunkan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM sekaligus mengurangi subsidinya, dan yang terakhir target Indonesia menjadi pusat produksi kendaraan listrik dan baterainya. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel yang sangat besar, yang bisa menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik.

Sejak tahun 2019 pemerintah telah mengeluarkan serangkaian peraturan guna mempercepat perkembangan teknologi dan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, sebagai bentuk implementasi dari fokus tersebut. Perangkat pengaturan itu dimulai dari dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2019, Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 13 Tahun 2020, dan yang terakhir Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 65 Tahun 2020 yang mengatur tentang legalitas proses retrofit pada kendaraan roda dua (sepeda motor).

Bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah melalui program retrofit bus listrik untuk transportasi umum yang dilakukan DAMRI pada acara Semiloka Retrofit Bus Listrik Untuk Transportasi Umum yang diadakan di Villa Back to Nature, Bogor pada 14-15 Desember 2020. Ada beberapa partner swasta ikut yang join dalam program ini yaitu PT Spora Tehnika Indonesia (Spora EV), Danfoss, PT Optima Integra Tehnika, PT Widya Adidaya Nusantara, dan PT ZFAG Aftermarket.

Program retrofit itu sendiri secara umum merupakan program yang mengubah kendaraan konvensional, dalam hal ini bus lama bermesin diesel atau gas, menjadi bus listrik yang lebih ramah lingkungan, lebih ekonomis dari sisi kebutuhan investasi, dan lebih rendah biaya operasionalnya.

Program retrofit ini akan mulai dikembangkan pada semester pertama 2021 dan akan dilanjutkan dengan proses retrofit armada DAMRI secara bertahap. DAMRI juga berencana untuk membuka program retrofit ini bagi operator transportasi darat lainnya, baik dari pihak swasta, pemerintah daerah, maupun instansi pemerintah yang berminat. Dalam melaksanakan program retrofit ini, DAMRI bekerja sama dengan beberapa partner penyedia teknologi, baik dari pihak swasta maupun dengan BUMN lain yang berkompeten di bidangnya.

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.