(Beritadaerah – Jakarta) Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan tentang inovasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam menghadapi situasi Covid-19 dalam acara Indonesia Digital Conference, Rabu (16/12) secara virtual.

“Kementerian Keuangan ditransformasikan secara paksa oleh Covid, secara sangat akseleratif. Kementerian Keuangan termasuk salah satu kementerian yang sangat progresif dalam mengadopsi new way of working. Tadinya kita menggunakan flexible working space dan flexible working arrangement. Namun itu dilakukan tahun 2019, masuk 2020 masih dalam tahap uji coba atau piloting. Begitu terjadi Covid, kita dipaksa transform seluruh kebiasaan kerja menggunakan infrastruktur digital terutama yang tidak berhubungan dengan layanan masyarakat yang membutuhkan kehadiran fisik seperti Bea Cukai,” jelasnya.

Hal ini diperkirakan baru bisa dilakukan dalam tiga tahun, namun ternyata 2 bulan dipaksa untuk berubah dan otomatis.

Ia menambahkan contoh lainnya, Naskah Dinas dibuat secara digital, seluruh komunikasi dilakukan digital. Dirinya juga mencontohkan komputer dan I-pad yang ia gunakan untuk bekerja ada 2, kombinasi antara library, middle dan back office, jadi tidak perlu membawa banyak map lagi untuk bekerja.

Menkeu mengatakan Kemenkeu bisa menerapkan ini dan tidak mengalami drop services (pelayanan yang lumpuh) kepada masyarakat. Contohnya Bea Cukai tetap ada di lapangan secara fisik, namun seluruh dokumentasi seperti Pemberitahuan Impor Barang, dokumentasi impor-ekspor sudah masuk website digital. Demikian juga perpajakan, operasi treasury (perbendaharaan) yang berhubungan dengan lebih dari 25 ribu Satuan Kerja (satker), transfer daerah dan dana desa (TKDD) lebih dari 75 ribu desa.

Namun demikian, aspek tantangan teknologi yang berhubungan dengan tingkat keandalan, kemanan dan kemungkinan downtime dijaga sangat minimal untuk mempertahankan kinerja yang optimal.

“Tentu aspek reliability, security, safety tetap menjadi tantangan yang dijaga sangat hati-hati. Downtime dijaga sangat kecil, bahkan lebih kecil dari standar (yang diterapkan dunia) industri untuk menjadi indikator pengukuran indeks kinerja di Kementerian Keuangan,” pungkasnya.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.