(Beritadaerah – Tangerang) Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melepas dua kegiatan yakni ekspor 26 ton briket arang kelapa ke negara tujuan UMM QASR, Irak di Kawasan Scientia Square Park, Tangerang, Banten, Kamis (10/12). Kegiatan kedua yakni menyambut hari perkebunan ke-63, secara virtual serentak di 22 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lepas ekspor 10 ragam komoditas perkebunan dengan nilai ekonomi mencapai Rp 1,68 triliun.

“Hari ini saya bersama Gubernur Jawa Barat ditemani Bupati Tangerang serta jajaran eselon 1 Kementerian Pertanian dan eksportir, kita hari ini tidak lain adalah mencoba melakukan optimalisasi berbagai produk sektor pertanian di Indonesia,” kata Mentan Syahrul yang dikutip laman Pertanian, Jumat (11/12).

Mentan Syahrul menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong untuk akselerasi ekspor sektor pertanian ke beberapa negara yang ada. Hal ini sesuai dengan perintah dan arahan Presiden RI Joko Widodo, dimana pemulihan ekonomi menjadi prioritas di tengah pandemi COVID-19 yang masih terjadi di seluruh dunia.

Lebih lanjut, Mentan mengatakan pada masa pandemi COVID-19, akselerasi ekspor Indonesia sektor pertanian cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari peningkatan kontribusi pada produk domestik bruto (PDB) triwulan III yang meningkat sebesar Rp 571,87 triliun atau 14,68 persen. Salah satu penopang utama pertumbuhan positif PDB sektor pertanian ialah subsektor perkebunan dengan kontribusi pada triwulan III sebesar Rp 163.49 triliun atau 28,59 persen.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan produk yang diekspor secara simbolis sebagian berasal dari Provinsi Jawa Barat yang memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi sehingga dapat di tanami banyak komoditas pertanian.

Sedangkan, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengatakan total volume ekspor raya hasil perkebunan  yang dilepas pada hari ini berjumlah 94,9 ribu ton dengan 44 negara tujuan.

Ditambahkan oleh Ali bahwa sistem perkarantinaan pertanian IQFAST mencatat komoditas perkebunan yang laris di pasar dunia selain sawit dan produk turunannya adalah kelapa, kopi, karet, mede dan pinang biji. Sementara rempah juga menunjukkan tren permintaan meningkat khususnya di saat musim pandemi.

Dari rilis data Badan Pusat Statistik, sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang signifikan pada kuartal 1 tumbuh 2,19% dan kuartal 2 tumbuh 2,15% (Y o Y) dan lebih dari 70 persen ekspor pertanian disumbang oleh sub sektor perkebunan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.