(Photo: Kemendes PDTT)

Mendes PDTT Optimis Tahun 2021 SDGs Desa Dapat Dijalankan

(Beritadaerah – Nasional) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar menyampaikan bahwa SDGs Desa akan mulai diterapkan ke desa-desa di seluruh Indonesia pada tahun 2021. Hal itu memang sudah dituangkan juga di dalam Permendesa Nomor 13 Tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021,” ungkapnya saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar Pembangunan Berkelanjutan di Tingkat Desa: Menguatkan Kapasitas Lokal untuk Percepatan Capaian SDGs di Indonesia, Rabu (9/12/2020).

Melalui Permendesa itu diharapkan desa-desa di seluruh Indonesia dalam merancang pembangunan dapat mengacu pada SDGs Desa. Sedangkan Permendesa tersebut juga sudah dan akan terus disosialisasikan ke seluruh wilayah Indonesia.

Konsep-konsep SDGs Desa sudah dituangkan dalam bentuk buku trilogi SDGs Desa, merupakan hasil dari pemikiran Abdul Halim Iskandar. Buku pertama dalam trilogi SDGs Desa yang sudah terbit dan diedarkan membahas tentang percepatan tujuan pembangunan nasional berkelanjutan.

Gus Menteri sampaikan bahwa perlu dilanjutkan dengan bagaimana metodologi pengukurannya. Itu sebabnya segera akan terbit trilogi SDGs Desa kedua, yaitu metodologi pengukuran SDGs Desa. Buku SDGs Desa kedua ini sangat penting dan terkait dengan buku trilogi SDGs Desa yang pertama. Buku SDGs Desa pertama ini tidak akan bisa diimplementasikan dengan bagus, terutama di desa-desa, jika tidak ditunjukkan bagaimana metodologi dan pengukurannya. Kalau hanya tahu arah pembangunan desa tetapi tidak juga bisa melakukan bagaimana mengukur keberhasilan atau capaian SDGs Desa, maka hal ini menjadi kurang maksimal.

Untuk melengkapi itu semua, Gus Menteri akan menerbitkan trilogi SDGs Desa ketiga yang membahas tentang pilot projet implementasi SDGs Desa. Untuk buku yang ketiga ini sedang di uji coba di empat desa di empat kabupaten di dua provinsi.

“Jadi kita implementasikan, kita uji coba kan di provinsi Jawa Timur dua desa, dua kabupaten. Di provinsi Jawa Tengah, dua desa di dua kabupaten dengan karakteristik desa yang berbeda-beda. Nah itulah yang tentu akan melengkapi trilogi SDGs Desa yang ketiga,” demikian dia jelaskan.

Gus Menteri sampaikan bahwa dari semua trilogi SDGs Desa baik buku yang pertama, kedua dan ketiga semuanya merupakan satu entitas yang sangat dibutuhkan untuk percepatan pembangunan desa. Dia yakin jika desa-desa di Indonesia sudah mencapai target yang dicita-citakan, maka akan tercapai pula target pembangunan nasional.

“Ini semua menjadi bagian penting dari implementasi SDGs Desa. Dengan demikian, maka kita akan bisa menyatakan dengan tegas, bahwa desa siap menjalankan SDGs Desa menuju tercapainya pembangunan yang dicita-citakan. Karena desa adalah Indonesia dan Indonesia adalah desa.” Gus Menteri mengakhirinya.