(Beritadaerah – Wisata Nusantara) Jembatan Gantung Situ Gunung di Sukabumi, Jawa Barat, merupakan jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara, panjangnya mencapai 243 meter dengan memiliki ketinggian sekitar 107 meter di atas sungai. Jembatan gantung ini semakin tersohor, tidak hanya di dalam negeri, tetapi wisatawan luar negeri pun berbondong bondong ingin berkunjung untuk merasakan sensasi menyeberangi jembatan gantung yang terbuat dari susunan kayu ulin dan kayu merbau seberat 80 ton ini.

Jembatan yang dibiayai dari APBN ini, telah diresmikan sejak tahun 2019 lalu. Jembatan ini merupakan hasil kerja sama pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) pihak Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dengan pihak ketiga yang dibangun dengan mekanisme Bangun Guna Serah (BGS). Artinya, jembatan ini dibangun oleh pihak ketiga, digunakan terlebih dahulu oleh pihak ketiga dalam kurun waktu yang ditentukan, baru kemudian diserahkan kepada pihak TNGGP. Jembatan gantung ini terletak di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ini yang memiliki panorama hutan yang masih asri dan udara yang sejuk.

Sejak 10 Juli 2020, TNGGP secara resmi sudah membuka kembali aktivitas wisata alam dan perkemahan termasuk juga jembatan gantung Situ Gunung. Jembatan ini memiliki banyak fungsi. Selain berfungsi untuk menghubungkan antar wilayah, jembatan ini juga berfungsi untuk menikmati wisata pemandangan alam yang indah dan sejuk khas pegunungan.

Kawasan wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 17.30 WIB. Untuk dapat melintasi jembatan ini maka harus membayar tiket masuk kawasan wisata Situ Gunung sebesar Rp 50.000 per orang. Menuju pintu masuk jembatan, harus berjalan dulu sekitar 600 meter. Ketika tiba di pintu masuk, maka petugas akan memasang sabuk pengaman di pinggang kita. Ini merupakan standar keselamatan yang harus digunakan. Apabila di tengah jembatan tiba-tiba terjadi guncangan, maka wisatawan dapat mengaitkan sabuk ke ram di tepi jembatan supaya posisinya tetap seimbang. Para wisatawan akan memanfaatkan ujung jembatan ini untuk berfoto dan juga tidak sedikit yang mengabadikan sensasi menyeberang jembatan terpanjang ini di atas ketinggian. Terlebih lagi ditambah dengan pemandangan yang sangat indah menjadi latar belakangnya. Pengunjung tidak perlu kuatir karena selalu ada petugas disiagakan di bagian tengah jembatan untuk membantu wisatawan yang mengalami kendala dalam menyeberang. Sensasi menyeberangi jembatan gantung terpanjang ini benar-benar mendebarkan dan tidak akan terlupakan! Jika tiba di ujung jembatan, wisatawan juga dapat melanjutkan perjalanan ke Curug Sawer yang jaraknya sekitar satu kilometer dari jembatan gantung.

Dalam masa pandemi seperti saat ini, maka setiap pengunjung harus memastikan tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.