(Beritadaerah – Kolom) Dari situs Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia, didapatkan data penanaman modal asing (PMA) di Indonesia selama 2015 hingga 2020 mencapai angka, USD 163.267.339.000 dalam 138,529 proyek oleh 20 negara. Lima negara terbesar selama 5 tahun terakhir adalah Singapura 28%, Jepang 15% , Tiongkok 11%, Hongkong 8%, dan Malaysia 6%.Singapura, Jepang dan Tiongkok adalah tiga negara terbesar yang berinvestasi di Indonesia sejak tahun 2015 hingga tahun 2020. Berdasarkan jumlah proyek PMA maka terlihat bahwa ketiga negara ini bersaing dalam hal PMA di Indonesia.

Tiga Negara Terbesar Berdasarkan Realisasi Jumlah Proyek Investasi PMA

Tahun 2015 s/d 2020

Sumber : Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Searah dengan  realisasi berdasarkan proyek, realisasi angka investasi PMA juga didominasi oleh tiga negara tersebut yaitu Singapura, Jepang dan Tiongkok. Perbedaannya terletak pada tren yang berbeda dengan jumlah proyek, hingga triwulan III pada tahun 2020, investasi Tiongkok melebihi angka investasi Jepang. Jumlah investasi Tiongkok pada tahun 2020 mencapai angka 3.509 juta dolar Amerika sedangkan Jepang 2.134 juta dolar Amerika.

Tiga Negara Terbesar Berdasarkan Realisasi Jumlah Investasi PMA

Dalam Juta Dollar Amerika -Tahun 2015 s/d 2020

Sumber : Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Tiongkok dalam rencana strategis investasinya memang memang menargetkan Indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi. Saat ini Tiongkok sedang menggalakkan program One Belt One Road yang kini telah direvisi menjadi Belt Road Initiatives atau BRI, yang membentuk investasi dari jalur sutra perdagangan Tiongkok. Di Indonesia sendiri setidaknya ada lima perusahaan raksasa Tiongkok yang sudah menancapkan kakinya di Indonesia.

Peringkat Realisasi Investasi PMA Berdasarkan Negara

Tahun 2015 s.d. Tahun 2020

No Negara Proyek Investasi
Jumlah % USD 000 %
1 Singapura 35,547 26% 46,495,292 28%
2 Jepang 21,574 16% 24,673,026 15%
3 Tiongkok 10,084 7% 17,285,995 11%
4 Hongkong, RRT 6,853 5% 12,684,634 8%
5 Gabungan Negara 4,042 3% 9,734,005 6%
6 Malaysia 8,916 6% 9,504,901 6%
7 Belanda 5,795 4% 8,832,679 5%
8 Korea Selatan 17,115 12% 8,121,450 5%
9 Amerika Serikat 3,678 3% 6,734,993 4%
10 British Virgin Islands 6,050 4% 4,781,876 3%
11 Mauritius 1,005 1% 2,123,473 1%
12 Inggris 3,480 3% 2,118,823 1%
13 Australia 4,548 3% 2,071,889 1%
14 Thailand 1,204 1% 1,571,319 1%
15 Swiss 1,417 1% 1,539,184 1%
16 Taiwan 2,881 2% 1,205,034 1%
17 Jerman 2,384 2% 1,074,420 1%
18 Cayman Islands 647 0.5% 1,050,043 1%
19 Seychelles 565 0.4% 876,764 1%
20 Luxembourg 744 1% 787,540 0.5%
  Total 138,529 100% 163,267,339 100%
           

Sumber : Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Indonesia perlu tetap menjaga portofolio investasi dengan hati-hati, dengan tidak bertumpu pada satu negara yang bisa membuat terjadinya monopoli dan aspek ipoleksosbud hankamnas yang tetap menjadi pertimbangan. Tiongkok dengan Belt Road Initiatives (BRI) misalnya perlu diseimbangkan dengan kehadiran negara-negara lain. Khususnya negara-negara barat seperti Amerika Serikat agar politik luar negeri Indonesia menganut prinsip bebas dan aktif yang tidak memihak kepada siapa dan ke mana pun tetap terjaga. Disamping itu juga pertimbangan alih teknologi adalah penting untuk memilih negara yang menjadi partner investasi.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.