Desa Long Pahangai di Kabupaten Mahakam Hulu Menikmati BBM Satu Harga

(Beritadaerah – Kalimantan) Pemerintah terus berupaya merealisasikan BBM Satu Harga di seluruh Tanah Air. Kebijakan BBM Satu Harga yang dicanangkan Presiden Joko Widodo sejak tahun 2017 lalu bertujuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pjs. Sales Area Manager Kaltimut Pertamina MOR VI Kalimantan Muhammad Rizal bersama dengan Pjs Bupati Mahakam Ulu yang diwakili oleh Asisten Bidang Sosial Ekonomi Pembangunan E. Tek Hen Yohanes, S.Pd bersama jajarannya meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) berjenis SPBU Kompak 3T di Desa Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur pada tanggal 26 November 2020.

SPBU yang bernomor 66.757.008 tepatnya berlokasi di Desa Long Pahangai I, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, merupakan salah satu bentuk realisasi dari BBM Satu Harga. Terhitung telah beroperasi di 39 titik BBM Satu Harga di seluruh Kalimantan, di mana SPBU ini merupakan satu-satunya titik target yang ditugaskan kepada Pertamina untuk wilayah Kalimantan Timur pada tahun 2020.

“Sebagai BUMN yang bergerak dibidang energi, tentunya kami dukung penuh program pemerintah apalagi dalam mewujudkan kemandirian energi dan penyemarataan harga BBM ke pelosok negeri,” Ujar Muhammad Rizal dalam siaran persnya hari Senin (30/11).

Adanya penambahan SPBU Kompak 3T di daerah Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu sangat membantu perekonomian masyarakat yang dominan bermata pencaharian sebagai penambang emas, petani, dan buruh kayu. Masyarakat tidak lagi merogoh kocek sebanyak Rp 15.000 per liter untuk solar dan premium. Sekarang, masyarakat dapat menikmati harga premium dan solar dengan harga yang sama yaitu premium Rp 6.450 per liter dan solar Rp 5.150 per liter.

Demi memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM, Premium dan Bio Solar diangkut dengan moda transportasi yang kompleks. Perjalanan menggunakan kapal ditempuh untuk mengangkut BBM dari titik suplai Fuel Terminal Samarinda.

Dengan mekanisme BBM diangkut menggunakan Kapal SPOB kapasitas 100 KL dari Jetty FT Samarinda menuju Kecamatan Long Bagun dengan estimasi perjalanan selama 4 hari 3 malam dengan kondisi air sungai yang normal. Setelah sampai di Kecamatan Long Bagun, BBM dibawa kembali menggunakan Long Boat yang dilangsir menggunakan drum dimana setiap Long Boat maksimal membawa 30 Drum.

Guna mewujudkan BBM Satu Harga di desa ini, beberapa rintangan dihadapi seperti riam (jeram) yang dimana jika Long Boat ingin melewati riam tersebut, drum-drum BBM harus dilangsir/diturunkan beberapa drum agar kapal long boar bisa melewati riam tersebut.

Estimasi perjalanan yang ditempuh untuk mencapai lokasi di Long Pahangai memakan waktu kurang lebih 6-7 jam (jika kondisi air / sungai normal). Namun, hal ini tentunya tidak menjadi alasan bagi Pertamina untuk terus mendistribusikan BBM ke lokasi.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu