(Beritadaerah – Jakarta) Dalam webinar yang bertajuk ‘Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021’ yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) pada hari Selasa (24/11), Direktur Kajian Strategis Kemenparekraf Wawan Rusiawan memprediksikan tren wisata domestik dan wisata alam akan populer pada 2021.

Pada 2021, masyarakat masih akan cenderung memilih destinasi wisata domestik dibandingkan wisata luar negeri. Tak hanya itu, masyarakat pun akan cenderung memilih wisata alam untuk tujuan destinasi wisatanya, demikian penjelasan dari Wawan Rusiawan.

“Tren wisata di masa COVID-19 yang dapat dikatakan masih berlangsung pada 2021, yang pertama adalah masyarakat masih memilih tujuan wisata domestik. Kemudian juga kita lihat wisata alam menjadi populer,” ujar Wawan Rusiawan dalam siaran pers yang diterima Beritadaerah.co.id, Rabu (25/11).

Wawan menjelaskan, Kemenparekraf akan memberikan fokus dominan untuk membenahi destinasi wisata domestik khususnya wisata alam. Ini yang akan menjadi primadona di tahun 2021 hingga pascapandemi COVID-19.

Ditambahkan oleh Wawan, bahwa Kemenparekraf tentu harus memberikan fokus yang lebih dominan yang bisa membenahi destinasi-destinasi wisata alam, yang akan menjadi primadona pascapandemi COVID-19. Kita ke depan harus mencari cara-cara baru bagaimana pariwisata di Indonesia bisa lebih menarik dan berkembang.

Di masa pandemi prioritas wisatawan pun bergeser pada prioritas protokol kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability) menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan memilih destinasi yang bakal dikunjungi wisatawan.

Sedangkan Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf Agustini Rahayu menyampaikan, Kemenparekraf telah bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait untuk melakukan sertifikasi dan verifikasi para pelaku parekraf untuk mengimplementasikan protokol kesehatan berbasis CHSE.

Sementara itu Head of Strategic Partnership Traveloka Accommodation Louis Alfonso, mengatakan pada masa pandemi COVID-19, wisatawan cenderung lebih mementingkan destinasi wisata dengan standar protokol kesehatan dibandingkan promo yang disediakan oleh para pelaku usaha parekraf.

Ditambahkan oleh Louis, bahwa masyarakat sangat mementingkan kebersihan dan kesehatan untuk berwisata di masa pandemi COVID-19, diskon nomor dua. Dari riwayat pencarian di Traveloka, sudah terlihat adanya peningkatan animo masyarakat untuk berlibur pada akhir tahun hingga awal 2021.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.