(Beritadaerah – Industri & Jasa) Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang PS Brodjonegoro secara resmi membuka ASEAN Workshop on 4th Industrial Revolution: Artificial Intelligence Implementation in Energy Efficiency, Cyber Security, and Agriculture yang diselenggarakan pada 24-25 November 2020 di Shangri La Hotel, Jakarta. Mempertimbangkan pandemi Covid-19 saat ini, rangkaian dua hari penyelenggaraan dilakukan kombinasi secara daring dan luring (hybrid meeting).

Memasuki era Revolusi Industri 4.0 mempengarui berbagai sektor industri dan secara tidak langsung menuntut setiap pihak berkompetisi dalam mengikuti perkembangan teknologi. Fenomena ini, berpotensi melahirkan ketimpangan antara pihak yang mampu beradaptasi dengan cepat dan pihak yang beradaptasi dengan lambat.

Untuk itu, diharapkan dari workshop ini muncul penyusunan ASEAN Innovation Roadmap dan pengembangan Future Regional Concept Paper on Joint Research of Artificial Intelligence in ASEAN.

Bambang Brojo menyampaikan, Indonesia yang merupakan bagian dari ASEAN menjalankan peran aktifnya pada Committee on Science, Technology and Innovation (COSTI) melalui Kemenristek/BRIN, untuk menghasilkan ASEAN Innovation Roadmap yang akan menjadi acuan tidak hanya bagi COSTI namun juga badan sektor ASEAN lainnya dalam menjalankan tugas dan fungsinya yang berkaitan dengan isu inovasi di era Revolusi Industri 4.0.

“Makna Revolusi Industri 4.0 bagi ASEAN itu harus lugas, yaitu membuat ASEAN melakukan sesuatu dengan lebih baik, lebih cepat, lebih murah, lebih kompetitif di posisi Dunia. Bahwa jika kita bekerja sama dalam optimisme mengembangkan inovasi untuk tujuan bersama, bersama kita akan meninggalkan warisan yang sangat penting untuk dilihat dunia,” jelas Menteri Bambang.

Para negara anggota ASEAN COSTI telah bersepakat dan menetapkan komitmen untuk menyusun langkah-langkah guna menyiapkan negara-negara di ASEAN dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan menuju Masyarakat Industri ke-5.

“Beberapa negara ASEAN ikut mengambil bagian dalam program ini, termasuk Indonesia yang diusulkan memimpin penerapan platform ASEAN AI dalam Bidang Efisiensi Energi, Pertanian, Keamanan Siber, dan Industri Kreatif. ASEAN Workshop ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat ASEAN atas penggunaan teknologi AI, serta penyebaran informasi dan berbagi praktek implementasi AI di bidang pertanian, keamanan siber dan efisiensi energy,” tutur Mego Pinandito, National COSTI Chairman for Indonesia-Sekretaris Menteri Kemenristek/BRIN.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

 

About The Author

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.