(Beritadaerah – Jakarta) Menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dimiliki oleh Indonesia cukup besar, semuanya belum sepenuhnya dimanfaatkan seperti mini/micro hydro, biomass, energi surya, energi angin dan energi nuklir. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan oleh pemeirntah dalam peningkatkan penggunaan EBT.

Berbagai perangkat pendukung juga dipersiapkan oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan daya tarik investasi di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Hal ini disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif saat pembukaan The 9th IndoEBTKE Conex 2020, Senin (23/11).

“Pemerintah sedang menyiapkan berbagai perangkat pendukung, khususnya Rancangan Peraturan Presiden untuk menambah daya tarik investasi bagi energi terbarukan. Selain itu program-progam pengembangan EBTKE juga disiapkan,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif yang dikutip laman ESDM, Senin (23/11).

Program pertama adalah penciptaan pasar baru untuk energi terbarukan melalui program Renewable Energi Based Industri Development (REBID) dan Renewable Energy Based on Economic Development (REBED).

Dilanjutkan oleh Arifin, untuk mendorong peningkatan kapasitas pembangkit listrik EBT dengan memastikan komitmen pihak terkait dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga (PLT) EBT sesuai RUPTL (Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik). Selanjutnya, pengembangan PLT Surya dan PLT Bayu skala besar untuk menciptakan pasar yang menarik bagi investor dan mengembangkan industri lokal. Upaya selanjutnya adalah memaksimalkan penerapan Bioenergi, melalui percepatan pembangunan PLT Sampah di 12 Kota, PLT Uap biomasa co-firing, program B30, serta program pembangunan green refinery.

Arifin tambahkan untuk pengembangan panas bumi berbasis wilayah melalui program Flores Geothermal Island, yaitu pemenuhan beban dasar listrik di Pulau Flores dari panas bumi dan optimalisasi pemanfaatan langsung dari panas bumi. Juga peningkatan kualitas data dan informasi panas bumi melalui program eksplorasi panas bumi oleh pemerintah, untuk mengurangi risiko eksplorasi yang dihadapi pengembang.

Terakhir, Arifin sampaikan ada beberapa hal yang dilakukan pemerintah guna mendorong pemanfaatan EBT, yakni dengan pengembangan kluster ekonomi seperti Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri dan Kawasan Wisata Unggulan. Kedua dengan melakukan modernisasi infrastruktur ketenagalistrikan melalui smart grid. Sedangkan yang ketiga yaitu pendanaan dengan fasilitas berbiaya rendah untuk investasi energi terbarukan dan memanfaatkan waduk untuk PLTS terapung sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 6 Tahun 2020.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

 

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.