(Beritadaerah – Industri Jasa) Laut Wakatobi di Sulawesi Tenggara memiliki keindahan pantai dan kekayaan alam bawah laut yang menakjubkan. Dalam rangka mengembangkan Wakatobi sebagai destinasi wisata yang lebih baik lagi, telah hadir dive center di Wakatobi yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bersama Kanturu.

BUMDes Bersama Kanturu dikelola oleh empat desa di Kecamatan Wangi-Wangi yakni Desa Waha, Desa Koroe Onowa, Desa Wapiapia, dan Desa Sombu. Dive center yang dikelola oleh BUMDes Bersama Kanturu sendiri merupakan bantuan dari Kemendes PDTT. Selain dive center Kemendes PDTT juga memberikan bantuan berupa restoran panggung di kawasan dive center tersebut.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi sempat berkunjung dan menyelam di Laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (21/11).

Budi Arie yang didampingi Direktur Pengembangan Sumber Daya Alam Kawasan Perdesan (PSDAKP) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrsi (Kemendes PDTT), Mulyadin Malik sempat berdialog dengan sejumlah kepala desa dan warga setempat.

Dalam kesempatan berdialog, Budi Arie meminta pengurus BUMDes dan warga menyusun sejarah desa-desa setempat dan mendokumentasikannya. Sebab menurutnya, sejarah menjadi daya tarik tersendiri untuk memikat para wisatawan.

“Yang diperlukan dari desa wisata itu sejarah. Bahasa inggrisnya storry telling. Ini ceritanya apa, jadi ada cerita di balik sesuatu. Dari cerita itulah munculnya memori bagi wisatawan,” ujarnya.

Budi Arie juga menyarankan BUMDes Bersama Kanturu untuk memperkaya ketersediaan kuliner dan souvenir khas daerah di area kawasan wisata. “Wisata itu turunannya dua, yaitu kuliner dan souvenir khas daerah yang tidak ditemukan di daerah-daerah lain,” terangnya.

Budi Arie berharap, Wakatobi dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Terkait hal tersebut, ia mengingatkan bahwa pengembangan wisata di Wakatobi juga harus diimbangi dengan digitalisasi desa-desa.

“Kekuatan desa wisata harus diimbangi dengan digitalisasi. Desa wisata itu temannya ya digitalisasi,” pungkasnya.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani
Source: Kemendes PDTT

About The Author

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.