(Beritadaerah – Kolom) Pada acara APEC CEO Dialogues 2020, Presiden Joko Widodo menyampaikan beberapa kemudahan yang terjadi saat ini setelah penerapan UU Cipta Kerja di Indonesia. UU Cipta Kerja yang menyederhanakan 79 UU menjadi satu undang-undang memiliki dampak yang signifikan dalam iklim investasi Indonesia. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan investor dalam menempatkan dana dalam sebuah negara atau daerah. Investor paling tidak membutuhkan akses dalam pengadaan bahan baku, akses kepada pasar Indonesia, kepastian hukum, dan infrastruktur pendukung untuk jalannya sebuah investasi.

Investor melakukan perhitungan pengembalian modal bagi investor itu sendiri. Perhitungan ini dipengaruhi oleh pendapatan yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan. Presiden menyatakan bahwa melalui Undang-Undang Cipta Kerja, pemerintah juga membentuk lembaga sovereign wealth fund dan melindungi sekaligus meningkatkan peran pekerja dalam mendukung investasi di Indonesia, termasuk di antaranya ialah memberikan kepastian hukum dalam pengaturan tentang upah minimum dan besaran pesangon. Kondisi ini adalah dukungan besar pemerintah untuk para investor untuk partisipasi pemerintah dalam investasi. Dari sisi keuangan tentu hal ini akan menarik bagi investor karena akan terjadi efisiensi dan akses pada pasar dan bahan baku menjadi terbuka.

“Proses perizinan berusaha dan berinvestasi menjadi lebih sederhana dan lebih dipercepat,” tegas Presiden. Ini adalah faktor yang kedua yang diharapkan oleh para investor. Kepastian hukum dan kecepatan untuk mendapatkannya adalah kriteria seorang investor melakukan keputusan investasi. Pemerintah juga akan mengintegrasikan seluruh proses perizinan ke dalam sistem perizinan elektronik melalui sistem online single submission (OSS) yang berimplikasi pada pencegahan pungutan liar dan korupsi yang semakin kuat.

Pertimbangan investor lainnya adalah bagaimana persoalan teknikal yang menjadi kebutuhan mereka. Seperti pengadaan air, listrik, transportasi, juga sumber daya manusia dan sumber daya alam. Presiden menyampaikan bahwa pemerintah memberikan berbagai fasilitas dan insentif yang menarik bagi pihak yang berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Perdagangan Bebas, dan Pelabuhan Bebas. Presiden menyampaikan komitmen Indonesia untuk memberikan pelayanan perizinan dalam hitungan jam untuk kemudahan investasi di kawasan-kawasan tersebut.

Investasi diharapkan akan masuk ke Indonesia, “Saat ini pemerintah tengah menyelesaikan peraturan pelaksanaan dari Omnibus Law. Kita akan selesaikan aturan pelaksana itu secepat-cepatnya sehingga berbagai reformasi regulasi dan debirokratisasi bisa segera dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha serta diharapkan dapat menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan,” ujar Presiden.

Iklim investasi yang membaik akan mendatangkan investasi dan dampaknya adalah terciptanya lapangan pekerjaan dan tumbuhnya pendapatan perkapita yang mencerminkan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Investasi merupakan akan mendorong juga tumbuhnya penanaman modal dalam negeri. Perizinan bagi pelaku usaha mikro dan kecil menjadi tidak diperlukan lagi. Para pelaku usaha tersebut kini dapat langsung menjalankan usaha dengan hanya melakukan pendaftaran saja. Hal tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk membantu dan mengembangkan potensi usaha mikro dan kecil di Indonesia. UU Cipta Kerja merupakan penataan yang dilakukan untuk tujuan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.