(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis) Kementerian Perdagangan dalam rangka ketahanan pangan serta kesejahteraan para petani, peternak, dan nelayan selalu terjaga, berupaya menjaga distribusi barang kebutuhan pokok dan menurunkan biaya logistik di seluruh wilayah Indonesia.

“Kami bekerja-sama dengan instansi dan lembaga terkait akan terus berkomitmen menjaga ketahanan pangan Indonesia serta menyejahterakan para petani, peternak, dan nelayan. Dengan tercapainya hal tersebut, konsumen juga dapat menikmati ketersediaan pangan dengan pasokan yang cukup serta harga yang terjangkau secara merata,” kata Mendag Agus Suparmanto lewat keterangan resmi di Jakarta, Kamis (19/112020).

Dalam kesempatan seminar web (webinar) Jakarta Food Security Summit ke-5 yang mengangkat tema “Momentum untuk Mendukung Petani, Peternak dan Nelayan”, Mendag mengatakan, saat ini masih ada beberapa bahan pokok yang mengalami disparitas harga antar wilayah yang cukup tinggi. Penyebabnya ada beberapa faktor, diantaranya bencana alam, sentra produksi dan distribusi yang tidak tersebar secara merata, dan bervariasinya biaya logistik di daerah.

Untuk menyikapi hal ini Kemendag membuat program Gerai Maritim, yang merupakan kegiatan mendistribusikan barang, khususnya bahan pokok dari sentra produksi/industri di pulau-pulau besar ke daerah Terpencil, Terluar dan Perbatasan (3TP).

“Tujuan utama Gerai Maritim adalah menurunkan/mengurangi disparitas harga antar daerah. Melalui program ini, yang merupakan bagian dari program Tol Laut, pemerintah memberikan subsidi biaya port- to-port rata-rata 40-50 persen dari biaya freight per kontainer,” ujar Mendag.

Pada 2020, terdapat 67 daerah yang dilalui Tol Laut dan Gerai Maritim. Sedangkan, pembangunan Depo Gerai Maritim dilaksanakan di 14 kabupaten, khususnya di daerah 3TP. Banyak daerah telah merasakan manfaat positif dari program ini. Terdapat 50 daerah yang merasakan penurunan harga barang setelah dilalui program tersebut.

Selama masa pandemi Kementerian Perdagangan telah memanfaatkan platform niaga elektronik sebagai strategi jangka pendek dan jangka menengah-panjang untuk menjaga stabilitas harga bapok dan meningkatkan konsumsi produk dalam negeri.

Strategi jangka pendek yang telah dilaksanakan Kementerian Perdagangan di antaranya penandatangan kerja sama dengan beberapa platform niaga elektronik nasional, Grup Accor, dan PT Bank Nasional Indonesia.

Selain itu, Kementerian Perdagangan juga turut mendukung penuh program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diluncurkan Presiden RI Joko Widodo dan fokus terhadap Transformasi Digital Pelaku UMKM Indonesia.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.