(Beritadaerah – Yogyakarta) Peningkatan sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang berada di destinasi prioritas seperti di Yogyakarta, Danau Toba dan Mandalika menjadi fokus perhatian dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf). Untuk itu, Kemenparekraf menggelar Pelatihan Workplace Assessor Training, ASEAN Toolboxes Training, dan Upgrading/Upskilling di Yogyakarta bagi tenaga pengajar maupun pelaku usaha di bidang pariwisata.

“Kegiatan ini diharapkan bisa menghasilkan tenaga-tenaga asesor yang mampu melaksanakan penilaian atau uji kompetensi terhadap peserta uji dalam ruang lingkup kompetensi teknis sesuai dengan bidang pariwisata,” kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya dalam siaran pesnya kepada Beritadaerah.co.id, Jumat (20/11).

Sementara itu, Koordinator Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pariwisata Kemenparekraf Surana menjelaskan, kegiatan tersebut akan berlangsung selama enam hari, mulai 18-23 November 2020. Ia berharap kegiatan kali ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak sekaligus membangun sinergi sesuai kapasitas dan peran masing-masing dalam membangun SDM unggul, terutama SDM pariwisata Indonesia yang diakui di ASEAN.

Sedangkan Master Asesor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Rahmad Sugiyanto menjelaskan, Pelatihan Workplace Assessor Training ataupun pelatihan lainnya merupakan upaya implementasi dari Kemenparekraf dalam memajukan SDM di Indonesia.

Rahmad menjelaskan, sertifikasi ini diperlukan untuk menetapkan asesor-asesor yang berkompeten di bidangnya. Contoh asesor di bidang perhotelan maka dituntut untuk mahir di bidang yang digelutinya. Asesor harus dapat diukur dari indikator tiga unit kompetensi yang berbasiskan standar kompetensi yang disahkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Upaya yang dilakukan oleh Kemenparekraf ini diharapkan dapat memperkuat kualitas, kuantitas, profesionalisme, dan daya saing pelaku pariwisata terutama di pasar ASEAN.

Selain pelatihan workplace assessor, Kemenparekraf juga mengadakan pelatihan room attendant atau petugas kebersihan kamar hotel sebagai upaya memastikan penerapan protokol kesehatan di hotel-hotel. Pelatihan itu juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi SDM dan pelaku wisata yang bergerak di sektor perhotelan dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di masa adaptasi kebiasaan baru.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.