(Beritadaerah – Nasional) Staf Khusus (Stafsus) Presiden Billy Mambrasar bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke Ratna Lauce melakukan pertemuan dengan petani milenial di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Merauke, Papua. Kepada kurang lebih 20 orang perwakilan komunitas petani milenial yang hadir, Billy menyosialisasikan Program Petani Milenial yang dimiliki oleh Kementerian Pertanian.

“Saya bersama dengan Menteri Pertanian, mendukung program Pak Jokowi, untuk meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. Khususnya dengan program Petani Milenial ini, kita akan menciptakan suplai yang konsisten dan berkualitas, sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ujar Billy.

Pertemuan ini juga menghasilkan rencana aksi bersama untuk membangun sektor pangan dan sektor agro di kabupaten yang terletak di ujung Timur Indonesia ini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merauke Ratna Lauce mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh Billy. Ratna juga mengharapkan adanya kerja sama untuk memajukan pertanian di Merauke.

Selain pertemuan dengan petani milenial, Billy juga melakukan peninjauan pengolahan abon ikan yang dilakukan masyarakat di Pachas, Distrik Muting. Kunjungan ini dilakukannya bersama Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead.

Dalam kunjungan, Billy Mambrasar berjanji akan membantu pemasaran abon ikan ini. “Membantu mengembangkan kapasitas masyarakat dalam mengolah sumber daya perikanan, mulai dari proses produksi abon ikan, sertifikasi hingga pemasaran”, ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya membuka akses pasar sebelum produksi dijalankan, sehingga sudah ada jaminan serapan pasar. Pengolahan abon ikan ini merupakan progam BRG untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Papua dan penguatan ekonomi masyarakat di area gambut. Billy pun terlibat dalam program tersebut.

Dijelaskan Nazir, di Papua terdapat ekosistem gambut yang sangat luas dan dalam kondisi baik serta dijaga oleh masyarakat. Untuk itu, pemerintah tetap berupaya maksimal agar masyarakat terus mendapatkan manfaat dari ekosistem gambut tersebut.

“Sampai dengan tahun 2020, BRG telah memberikan 69 paket Revitalisasi Ekonomi di Papua. Sembilan paket melalui skema penugasan di Kabupaten Merauke dan 60 paket melalui skema tugas pembantuan,” ujar Nazir.

Adapun jenis kegiatan revitalisasi ekonomi masyarakat Papua yang dilakukan berupa budidaya tanaman sagu, penanaman padi, pelatihan pembuatan abon ikan, pengadaan alat tangkap ikan ramah lingkungan, dan peternakan babi.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.