(Beritadaerah – Nasional) Presiden Joko Widodo hari ini, Rabu (18/11), memimpin Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Presiden meminta LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah) melakukan perubahan yang fundamental dalam sistem pengadaan barang dan jasa.

Sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah harus cepat, transparan, dan akuntabel serta meningkatkan value for money dengan memberikan nilai manfaat yang sebesar-besarnya kepada rakyat.

“LKPP harus berani melakukan banyak terobosan, terutama dengan memanfaatkan teknologi super modern. Bangun sistem pengadaan yang real time, lakukan transformasi ke arah 100 persen e-Procurement, manfaatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas pengolahan data pengadaan agar lebih cepat,” ujar Presiden.

Kepala Negara juga mendorong penggunaan teknologi seperti big data analytics, cognitive computing, artificial intelligence, blockchain, machine learning, dan teknologi lainnya. Dengan bantuan teknologi terkini tersebut, pemerintah akan bisa memonitor secara real time nilai realisasi transaksi yang dilaksanakan. “Dengan berpijak pada data-data tersebut, para menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah bisa diberikan alarm, bisa diberikan peringatan agar mereka melakukan langkah-langkah percepatan,” ungkap Presiden.

Percepatan itu, sangat penting di masa krisis akibat pandemi Covid-19 ini. Belanja pemerintah tersebut akan mendorong permintaan dan meningkatkan konsumsi masyarakat yang selanjutnya akan menggerakkan produksi dan menumbuhkan ekonomi. “Pada posisi sulit seperti sekarang ini, yang dibutuhkan adalah peredaran uang yang semakin banyak, dan itu berasal dari, saat ini memang yang paling diharapkan adalah berasal dari, konsumsi dan belanja pemerintah,” ujarnya.

Presiden mengingatkan kepada kementerian/lembaga (K/L) yang kinerja penyerapan belanja pengadaan barang/jasa-nya masih rendah mendekati akhir tahun 2020 yang sisa waktunya hanya tinggal satu bulan lagi. Untuk pengadaan barang dan jasa yang tinggal sampai tanggal 22 Desember, praktis tinggal sebulan lagi, harus betul-betul dibelanjakan sesuai dengan perencanaan, baik dari APBD maupun dari APBN yang ada.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.