(Beritadaerah – Bandung) Pelaksanaan event West Java Investment Summit (WJIS) 2020 yang berlangsung dari tanggal 16 – 19 November 2020 di Bandung, Jawa Barat (Jabar), diharapkan bisa mendorong realisasi investasi Jabar di triwulan IV sebelum menutup 2020, dan memicu pertumbuhan ekonomi Jabar, hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara Nengsih.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) periode Januari hingga September 2020, Jabar menempati peringkat pertama realisasi investasi berdasarkan lokasi dengan nilai mencapai Rp 86,3 triliun atau 14,1 persen. Rinciannya, pada periode Januari-September 2020, total realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) di 27 kabupaten/kota se-Jabar mencapai Rp 86.323.373.390.530,- dengan jumlah penyerapan tenaga kerja sebanyak 86.627 orang serta 13.386 jumlah proyek.

Dari berbagai investasi yang masuk di Jabar, ada lima sektor yang paling diminati investor adalah: (1) konstruksi; (2) transportasi, gudang & komunikasi; (3) perumahan, kawasan industri & perkantoran; (4) listrik, gas & air; serta (5) industri kendaraan bermotor & alat transportasi lain, jelas Noneng.

“Untuk penyerapan tenaga kerja PMA dan PMDN paling banyak di industri tekstil mencapai 33,19 persen, kemudian disusul industri barang dari kulit dan alas kaki, industri logam, mesin & elektronika, industri kendaraan bermotor & alat transportasi lain, serta transportasi, gudang & komunikasi,” ucap Noneng yang dikutip laman Jabar, Senin (16/11).

Sementara kategori nilai tahap persiapan investasi berasal dari 11 investor, yakni: (1) PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia; (2) PT Amazon Data Services Indonesia; (3) PT UPC Sukabumi Bayu Energi; (4) PT Kereta Cepat Indonesia China; (5) PT Tanjung Jati Power Company; (6) PT Pertamina Power Indonesia dan PT Jawa Satu Power; (7) PT Premier Qualitas Indonesia dan Trisula Group; (8) Masdar Mubadala Company; (9) China Petroleum Corporation; (10) Frisian Flag Indonesia; dan (11) PT Jasa Marga Japek Selatan.

Dari 11 investor tersebut, total nilai tahap persiapan mencapai Rp 251,2 triliun atau sekitar US$ 17,9 miliar selama 3-10 tahun, antara lain oleh Amazon sebesar Rp 417 miliar dan oleh Hyundai Motor sebesar Rp 18,1 triliun. Sementara China Petroleum Corporation memiliki nilai preparation stage terbesar yaitu Rp 90,3 triliun.

Untuk kategori tahap komitmen investasi, Noneng menjelaskan bahwa dilakukan penandatanganan lima MoU (Memorandum of Understanding) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada hari pertama event WJIS 2020. Nilai rencana investasi mencapai Rp 4,1 triliun atau kurang lebih US$ 292,9 juta. Perusahaan yang terlibat antara lain PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (Perseroda) atau PT BIJB dan PT Jaswita Jabar, serta PT Jasa Sarana dan Aspen and Docta Proprietary Limited, PT Gobel Internasional, PT Sarana Multi Infrastruktur, juga PT Indonesia Infrastructure Finance.

Sedangkan untuk kategori terakhir yakni investment project ready to offer (IPRO) terdiri dari 16 proyek investasi yang siap ditenderkan dengan total nilai mencapai Rp 39,5 triliun atau sekitar US$ 2,802 miliar. Nilai investasi terbesar adalah proyek Subang Smart Eco Industrial City mencapai Rp 9,6 triliun atau sekitar US$ 684,9 juta, disusul Subang Smartpolitan yang mencapai Rp8,7 triliun atau sekitar US$ 616,4 juta.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.