(Beritadaerah – Infrastruktur) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kenavigasian, dalam rangka menyempurnakan Rancangan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Penetapan Alur Pelayaran Pelabuhan Kolonedale demi keselamatan dan keamanan pelayaran, menyelenggarakan kegiatan Foccus Group Discussion (FGD) Penetapan Alur Pelayaran Pelabuhan Kolonedale.

Pelabuhan Kolonedale berada di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah. Pelabuhan ini berfungsi sebagai salah satu penggerak roda perekonomian di Provinsi Selawesi Tengah, karena memberikan kemudahan dalam melakukan pelayanan ekspor impor barang hasil tambang seperti besi, baja dan nikel.

“Kontribusi terbesar ekspor di Pelabuhan Kolonedale berasal dari besi, baja dan nikel senilai 355,81 juta dolar atau 77,59 persen dari total nilai ekspor dengan tujuan ke berbagai negara, yaitu China, Amerika Serikat, Taiwan dan Malaysia,” ungkap Direktur Kenavigasian, Kemhub, Hengki Angkasawan, Kamis (12/11/2020).

Transportasi laut baik penumpang maupun barang sampai saat ini masih menjadi andalan dalam menggerakkan roda perekonomian di Provinsi Sulawesi Tengah khususnya masyarakat di Kabupaten Morowali Utara.

“Demi mendukung kelancaran fungsi yang strategis di Pelabuhan Kolonedale, maka penataan alur pelayaran Pelabuhan Kolonedale segera untuk dilaksanakan mengingat masih banyak tugas pemerintah dalam menata dan menetapkan alur pelayaran di seluruh pelabuhan baik yang sudah operasional maupun yang belum,” tutur Hengki

Alur pelayaran di Laut adalah perairan yang dari segi kedalaman, lebar dan bebas hambatan pelayaran lainnya dianggap aman dan menjamin keselamatan untuk dilayari kapal angkutan laut.

Sesuai dengan amanat Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dijelaskan bahwa pemerintah mempunyai kewajiban untuk menetapkan alur pelayaran, sistem rute, tata cara berlalulintas dan daerah labuh kapal sesuai dengan kepentingannya.

“Oleh karena itu, aspek keselamatan dan keamanan alur pelayaran menjadi fokus Ditjen Hubla. Sehubungan dengan hal tersebut, saya berharap kiranya para peserta dan narasumber pada FGD kali ini dapat semaksimal mungkin memberikan masukan untuk memperkaya dan penyempurnakan Rancangan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Penetapan Alur Pelayaran Pelabuhan Kolonedale,” tutup Hengki

FGD kali ini membahas perkembangan Pelabuhan Kolonedale sesuai rencana induk pelabuhan dengan narasumber dari Direktorat Kepelabuhan serta proses dan pentingnya penetapan alur pelayaran Pelabuhan Kolonedale. Narasumber adalah para ahli yang berkompeten dari Direktorat Kepelabuhanan, Direktorat Kenavigasian dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi Angkatan Laut.

Emy T/Journalist/BD

Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.