Holding BUMN Industri Pangan Berdampak Positif Bagi Sektor Perikanan

(Beritadaerah – Jakarta) Seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangan, baik untuk memenuhi konsumsi dalam negeri maupun ekspor, pemerintah menyiapkan rencana holding BUMN Indsturi Pangan. Dalam acara Forum Group Discussion (FGD) Konsolidasi BUMN Industri Pangan yang berlangsung di Jakarta, Jumat (13/11), Inspektur Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Muhamad Yusuf optimistis rencana holding BUMN industri pangan akan berdampak positif bagi sektor perikanan. Selain itu diprediksikan rencana tersebut bisa meningkatkan pergerakan ikan nasional jika dua BUMN yang dibidang perikanan, Perum Perindo dan Perinus digabungkan.

“Melalui penggabungan ini, BUMN memiliki modal besar guna menyerap seluruh hasil tangkapan nelayan,” kata Yusuf yang dikutip laman KKP, Jumat (13/11).

Pada sektor Perikanan, Yusuf menyebut serapan tangkapan nelayan oleh pemilik BUMN pangan bisa dikirim ke Jakarta dan kota lain. Alhasil, data di pasar melimpah dan menimbulkan efek ganda yaitu harga ikan di pasar menjadi murah dan kemampuan masyarakat membeli ikan melonjak.

Ditambahkan oleh Yusuf, dengan harga murah, maka konsumsi ikan nasional menjadi meningkat. Apalagi kampanye Gemar Makan Ikan kembali digaungkan, maka budaya makan ikan akan terdongkrak.

Yusuf mengungkapkan, sektor pangan Indonesia mengalami peningkatan pada Indeks Ketahanan Pangan Global. Hal ini menunjukkan bukti ketahanan pangan nasional. Salah satu kontribusinya adalah pada peningkatan konsumsi pangan berbahan ikan yang diproyeksikan akan tumbuh hampir 2 kg per kapita dari 39,0 kg per kapita menjadi 40,9 kg per kapita. Angka ini lebih tinggi dari proyeksi peningkatan konsumsi pangan berbahan daging yang masing-masing hanya tumbuh 0,8 kg per kapita untuk daging unggas dan 0,2 kg per kapita untuk daging sapi.

Selain itu penangkapan ikan juga bakal lebih banyak lantaran holding BUMN memiliki modal kerja. Antara lain sarana seperti kapal berukuran > 150 GT yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan penangkapan ikan di Zona Ekonomi Eksklusif, ungkap Yusuf.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pengadaan pangan sektor perikanan akan mendukung perluasan penangkap ikan dan membangun fasilitas pendukung oleh BUMN. Terlebih saat ini, fasilitas perikanan masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Untuk itu Holding BUMN akan memperluas wilayah perikanan dan mengembangkan fasilitas pendukung untuk meningkatkan produksi wilayah Indonesia timur.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu