(Beritadaerah – Jakarta) Pemerintah mendorong badan usaha milik negara (BUMN) dan pihak swasta dalam program kendaraan berbahan bakar non fosil untuk mendukung penggunaan energi ramah lingkungan pada sektor transportasi. Sektor transportasi merupakan pengguna energi bumi terbesar sekitar 46% dengan jumlah tersebut terus meningkat setiap tahun.

Salah satu BUMN yakni PT Industri Kereta Api (INKA) mulai melakukan pengujian prototipe Tram Baterai di jalur kereta api utama milik PT KAI dengan perjalanan pulang pergi (PP) dari Stasiun Madiun ke Stasiun Babadan. Prototipe trem bertenaga baterai yang selama beberapa tahun terakhir dikembangkan oleh PT INKA (Persero) guna menjawab tantangan kebutuhan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan dan nyaman. Pengujian ini dilakukan selama 2 hari berturut-turut yaitu Senin-Selasa, 9-10 November 2020. Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji performansi Tram Baterai sebelum dilakukan produksi massal.

Tram Baterai ini menggunakan baterai sebagai sumber energi satu-satunya di dalam kereta. Energi baterai tersebut digunakan untuk menggerakkan kereta sekaligus untuk menyalakan AC, kompresor dan lampu penerangan. Karena menggunakan baterai, dalam operasionalnya Tram ini tentu sangat ramah lingkungan dan dapat digunakan di daerah yang tidak terdapat jalur catenary atau listrik aliran atas, demikian yang dikatakan oleh  Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro.

“Satu set prototipe Tram ini terdiri dari dua car, satu car dengan unit penggerak yang dilengkapi dengan baterai. Car yang satunya lagi adalah kereta penumpang yang dilengkapi dengan tempat duduk bagi para penumpang serta dilengkapi dengan pegangan tangan bagian atas untuk penumpang yang berdiri,” jelas Budi yang dikutip laman BUMN, Rabu (11/11).

Ditambahkan oleh Budi, waktu yang diperlukan dalam pengisian daya sampai penuh sekitar 3-4 jam. Untuk sekali pengisian daya, prototipe Tram Baterai ini mampu menempuh perjalanan hingga 25 km. Spesifikasi dari Tram Baterai yang diuji coba saat ini dapat menampung 75 penumpang dan memiliki kapasitas baterai sebesar 30 kWh.

Sedangkan rencana ke depan, Tram Baterai yang dikembangkan PT INKA (Persero) akan dapat menampung 200 penumpang. Untuk jarak tempuh 1 kali charging selama 4 jam dapat menempuh 100 km dengan kecepatan maksimur 60 km/jam.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.