Ilustrasi Sepeda Gunung produksi Polygon (Foto: Wikipedia)

Forum Bisnis TEI-VE 2020: Indonesia Berpeluang Genjot Ekspor Sepeda ke Swedia

(Beritadaerah – Industri & Jasa) Kementerian Perdagangan – Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN), KBRI Stockholm, dan Open Trade Gate (OTG) Swedia, bekerja sama meningkatkan kapasitas perusahaan dan eksportir peralatan olahraga (sporting goods) Indonesia. Hal ini dibahas implementasinya melalui Forum Bisnis “Sporting Goods Opportunity in Sweden” yang diselenggarakan secara daring sebagai bagian gelaran Trade Expo Indonesia Virtual Events (TEI-VE) 2020.

Direktur Jenderal PEN Kasan, dalam siaran persnya, Rabu (11/11/2020), menjelaskan bahwa ekspor produk sepeda Indonesia ke Swedia berpeluang besar untuk ditingkatkan. Pada periode Januari—Agustus 2020 ekspor sepeda Indonesia ke Swedia baru tercatat sebesar USD6 juta. Pangsa pasar sepeda Indonesia baru sekitar 6 persen dari total impor sepeda Swedia dari dunia. Sedangkan untuk ekspor komponen sepeda ke Swedia, posisi Indonesia ada di peringkat ke-53 dari 56 negara di dunia.

“Budaya masyarakat Swedia kini sangat mementingkan gaya hidup sehat. Cuaca empat musim di Swedia juga memberikan kesempatan yang luas bagi eksportir Indonesia untuk menyediakan berbagai jenis peralatan olahraga yang digunakan orang dewasa maupun anak-anak di sana,” ujar Kasan.

Tren penggunaan sepeda yang semakin meningkat, terutama di negara-negara maju, juga membuka peluang ekspor produk tersebut. Peningkatan ini terjadi bahkan sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia.

Trade Policy Adviser OTG Swedia, Anamaria Deliu juga menambahkan, pasar Swedia mengenal dan sangat menaruh minat pada beberapa kategori sepeda, seperti sepeda MTB, sepeda balap, sepeda hybrid, dan sepeda lipat.

OTG Swedia adalah lembaga pemerintah yang didirikan guna membantu eksportir dari negara berkembang yang tertarik mengekspor produknya ke pasar Swedia. OTG Swedia memiliki pusat informasi satu atap (one-stop information centre) yang memberikan informasi perdagangan secara gratis dan mudah.

Sementara itu, Duta Besar RI di Stockholm Kamapradipta Isnomo juga sependapat, kondisi keuangan dan perekonomian global yang sedang tidak stabil akibat pandemi Covid-19 seharusnya bukan hambatan bagi Indonesia untuk terus meningkatkan perdagangan produk sepeda.

Peluang ekspor justru meningkat seiring popularitas sepeda di kalangan masyarakat Swedia untuk mengurangi polusi, menjaga kesehatan, mengurangi dampak perubahan iklim, berpartisipasi dalam olahraga sepeda, dan ikut andil dalam penerapan pembatasan sosial dengan menggunakan sepeda pribadi.

Proses negosiasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (IEU-CEPA) telah dimulai sejak 2016 dan masih berlangsung hingga sekarang. Setelah negosiasi dituntaskan, perjanjian tersebut akan memungkinkan peningkatan perdagangan barang dan jasa di pasar Eropa, termasuk Swedia,” ujar Kamapradipta.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani