(Beritadaerah – Nasional) Situ Bagendit, salah satu obyek wisata di Jawa Barat, disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut menjadi Kawasan Daerah Tujuan Wisata (DTW). Untuk itu kini mulai dilaksanakan sosialasi penataan atau pembangunan yang sebelumnya telah dicanangkan Gubernur Jawa Barat.

“Kami atas nama masyarakat Kabupaten Garut merasa bangga dan bersyukur dengan adanya pembangunan destinasi wisata Situ Bagendit yang telah kita gagas bersama rencana pembangunannya, ketika bapak Presiden Joko Widodo melaksanakan kunjungan kerja ke Situ Bagendit pada hari Sabtu tanggal 19 Januari 2019 yang dampingi oleh bapak Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Republik Indonesia bapak Basuki Hadimulyono, dan Gubernur Jawa Barat bapak Ridwan Kamil,” ujar Bupati Garut Rudy Gunawan saat membuka acara Sosialisasi Pembangunan Kawasan DTW Situ Bagendit. Selasa (3/11/2020),

“Sektor pariwisata telah menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan pendapatan ekonomi daerah di Kabupaten Garut sebagaimana termuat dalam amanat Perda No. 1 Tahun 2019 tentang RPJMD periode 2019-2024 yang memprioritaskan sektor pariwisata untuk menjadi core bussines pembangunan, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan sektor pariwisata  sebagai  prioritas pembangunan setelah infrastruktur, maritim, energi dan pangan,” ungkap Rudy.

Bupati Garut memberikan pesan khusus kepada PT. Adhi Karya sebagai kontraktor penataan kawasan Situ Bagendit, agar proyek strategis ini sesuai dengan waktu yang disepakati yakni selama 14 bulan.

Rudy menambahkan, untuk pelaksanaan revitalisasi ini, Pemkab Garut telah membebaskan tanah masyarakat, sekitar 7,5 hektar yang ada di pinggiran Situ Bagendit, dengan menghabiskan dana sebesar 22 Miliar Rupiah.

Untuk proyek ini Pemkab telah membebaskan tanah masyarakat kurang lebih 7.5 hektar, yang ada dipinggir Situ Bagendit, lalu ditambah lagi 7,5 hektar, sehingga asetnya bertambah kurang lebih 22 Miliar Rupiah. Revitalisasi ini juga tambah Rudy, keseluruhannya menghabiskan anggaran sekitar 104 miliar rupiah. Anggaran ini menghabiskan sekitar 104 miliar; dari Pemda 22 miliar, dari sana (Kemen PUPR) 81 miliar.

“Harapan kami dalam pelaksanaannya senantiasa berkoordinasi dan memanfaatkan sumber daya baik tenaga kerja maupun material serta selalu memperhatikan kearifan lokal yang ada di wilayah Kecamatan Banyuresmi,” pungkas Bupati Garut Rudy.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.