(Beritadaerah – Jakarta) Dalam rapat Koordinasi lintas Kementerian/ Lembaga. Tentang Pemanfaatan Aspal Buton secara virtual, Rabu (4/11), Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B. Pandjaitan menegaskan kembali komitmen pemerintah agar Aspal Buton (Asbuton) dapat ditingkatkan produksinya, begitu pula dengan kesinambungannya.

Menko Marves Luhut minta agar pemanfaatan Asbuton lebih banyak lagi untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang saat ini sedang dikejar oleh pemerintah, guna lebih mendorong roda perekonomian masyarakat. Seperti diketahui bahwa Asbuton adalah salah satu aspal paling berkualitas tinggi dan hanya ada beberapa tempat di dunia yang bisa sedikit menyaingi kualitas maupun ketangguhannya.

“Asbuton harus lebih baik dari luar negeri. Asbuton harus ada kepastian antara ketersediaan dan penggunaannya sudah jelas. saya minta Deputi saya Pak Odi pimpin pembahasan lanjutan dan menindak lanjuti ini. Semua pihak agar berkolaborasi, ada waktu satu minggu, 11 November kita bertemu lagi dan sudah ada kesepakatan dan sudah berapa produksinya pada tahun 2021 dan 2022,” kata Menko Luhut yang dikutip laman Maritim, Rabu (4/11).

Ditambahkan oleh Menko Luhut, untuk kepastian produksi secara masif diperlukan standardisasi produk sesuai SNI dan ini merupakan keharusan. Selain itu juga diperhatikan mengenai kesinambungannya.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimulyono mengatakan, bahwa pihaknya sangat menghormati komitmen untuk mengurangi importasi aspal minyak sebanyak 500 ton pada tahun 2021. Saat ini pembangunan dan pemeliharaan jalan sudah diatur semisal untuk aspal plastik, beton dan tentunya untuk Asbuton. Kementerian PUPR wajib pakai ini, ini sebuah keharusan.

Menurut data Kementerian PUPR menyebutkan, bahwa Kementerian PUPR telah dan sudah menggunakan Asbuton untuk pembangunan dan preservasi jalan. Diatur melalui Permen PUPR Nomor 18 Tahun 2018 tentang penggunaan Asbuton.

Sementara, Kementerian Dalam Negeri pun turut mendukung dengan kebijakan yang tertuang di dalam Permendagri Nomor 24 Tahun 2020, yang dengan tegas mengatakan dalam rangka menjamin program pembangunan, maka Pemerintah Daerah harus mengutamakan Asbuton.

Menurut Asosiasi Asbuton Indonesia (Aspabi), pada tahun 2021 direncanakan akan terbangun Pabrik Pemurnian Asbuton, dan juga SNI untuk Asbuton sudah ada serta tersertifikasi.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Fu Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.