(Beritadaerah – Industri & Jasa) SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi) menargetkan produksi minyak nasional mencapai volume 1 juta barel per hari pada 2030.

Menurut Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, produksi 1 juta barel perlu didukung berbagai pihak, termasuk para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

“Langkah menuju 1 juta barrel membutuhkan lompatan kerja, sehingga akan ada risiko, dan kendala karena yang dilakukan adalah business not as usual,” kata Dwi dalam keterangannya, Selasa (3/11/2020).

Menurutnya, SKK Migas dan KKKS akan memegang peranan yang krusial dalam melaksanakan fungsi assurance yang terdiri dari internal audit, risk management, dan compliance.

“Tidak hanya fokus pada management compliance untuk tidak hanya menjadi safety net, namun harus berperan aktif menjadi jembatan demi tercapainya tujuan organisasi dengan memberikan perbaikan proses good governance atau tata kelola,” tuturnya.

Sebagai pengawas dan pengendali kegiatan hulu migas, SKK Migas terus berupaya meningkatkan standar serta efektivitas pengawasan dan audit di sektor strategis ini. Sedangkan pengawas internal SKK Migas Taslim Yunus mengatakan, SKK Migas memiliki tugas berat untuk memastikan penerimaan negara dapat dijaga dan direalisasikan baik dari aspek jumlah maupun kesesuaian tata kelolanya.

Dwi menjelaskan bahwa membangun industri hulu migas dengan tata kelola yang baik dan memiliki standar internasional adalah salah satu kunci untuk menarik investor ke sektor yang memiliki risiko bisnis yang tinggi seperti industri minyak ini.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.