Langit Kota Jakarta Selasa 14/01 (Photo: Triyogo/BD)

Capital Inflow Mengalir Ketika Pemulihan Ekonomi Dijaga

(Beritadaerah – Nasional) Setelah mengalami tekanan yang sangat berat pada triwulan ke-2 tahun 2020 yang diakibatkan pembatasan sosial berskala besar di seluruh dunia, maka aktivitas perekonomian Indonesia pada triwulan ke-3 tahun 2020 menunjukkan adanya pemulihan. Sebagai negara berkembang, apabila Indonesia mampu menjaga momentum pemulihan ini, maka Indonesia akan bisa menjadi emerging country yang memiliki reputasi yang cukup baik. Harapannya adalah akan terjadi normalisasi capital inflow ke emerging market.

“Indonesia diharapkan akan menjadi negara yang terdepan untuk bisa mendapatkan capital inflow. Karena kita selain tadi, stabilitas sistem keuangan terjadi, kemudian kita lihat pemulihan ekonomi bertahap mulai berjalan, dan Covid-19 tetap bisa terkendali bahkan beberapa indikator kita cukup baik secara internasional, ini akan menimbulkan confidence yang cukup besar,” demikian disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) IV Tahun 2020 secara virtual pada hari Selasa (27/10).

Menkeu juga menambahkan bahwa pemerintah telah melakukan reformasi di tengah-tengah Covid-19 ini berupa reformasi di sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor jaminan sosial, serta adanya Omnibus Law di bidang Cipta Kerja sehingga menimbulkan kepercayaan yang menunjukkan bahwa Indonesia tetap fokus menjaga dan membangun pondasi ekonominya.

“Itu berarti pondasinya diperkuat meskipun dalam Covid-19. Kemudian momentumnya kita jaga, penyebaran Covid kita tetap kendalikan dan kita tetap menjaga stabilitas sistem keuangan. Itu semua adalah elemen-elemen untuk terus menjaga bertahap momentum pemulihan,” demikian ditambahkan Menkeu.

Dalam kesempatan ini Menkeu menyampaikan bahwa KSSK akan terus memantau situasi ekonomi dalam kondisi yang unprecedented seperti sekarang ini. KSSK akan tetap memantau dan meningkatkan kewaspadaan sekalipun stabilitas sistem keuangan dalam kondisi normal.

Anggota KSSK terdiri dari jajaran Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), mereka akan terus melakukan peningkatan intensitas komunikasi dan koordinasinya. Seluruh instrumen kebijakan akan disiapkan Pemerintah bersama KSSK untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pemulihan.

“Kami (Anggotan KSSK) terus lakukan secara bersama-sama. Hubungan sangat baik ada pada semua level teknikal sampai kepada level pimpinan dan kita berharap kita akan terus menjaga ekonomi dan juga stabilitas sistem keuangan,” demikian ditutup oleh Menkeu.