(Beritadaerah – Nasional) Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau yang dikenal dengan AirNav Indonesia sudah siap mengelola layanan navigasi penerbangan di ruang udara Nusantara pada libur panjang akhir bulan Oktober 2020 mendatang. Mereka sudah mempersiapkan langkah-langkah taktis jika terdapat kenaikan pergerakan pesawat udara (traffic movement) pada periode libur panjang ini.

Dari data yang dihimpun AirNav Indonesia menunjukkan bahwa tren pergerakan pesawat udara mulai meningkat sejak bulan Juni 2020, sekalipun belum sepenuhnya pulih seperti kondisi sebelum pandemi COVID-19. Berdasarkan tren tersebut, diprediksi akan terdapat peningkatan pergerakan pesawat udara menjelang libur panjang akhir di Oktober 2020. Semua prosedur, peralatan dan personel navigasi penerbangan di seluruh Nusantara sudah disiapkan AirNav Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan pergerakan pesawat udara tersebut.

AirNav Indonesia sangat menjaga performa dari personel layanan navigasi penerbangan yang bertugas di 285 cabang di seluruh Indonesia, salah satunya dengan berlatih menggunakan simulator. Kompetensi dan performa personel kami, menjadi kunci utama dalam memberikan layanan navigasi penerbangan yang selamat dan efisien.

Selain itu seluruh General Manager Cabang AirNav Indonesia akan memonitor seluruh hal yang berkaitan dengan pemberian pelayanan navigasi penerbangan dan menyiapkan langkah-langkah penanganannya serta berkoordinasi dengan stakeholder secara intens.

Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan, khususnya untuk sektor transportasi udara dan juga stimulus yang diluncurkan semuanya bertujuan untuk memulihkan kembali sektor transportasi udara sehingga dapat berdampak terhadap pemulihan ekonomi nasional.

Salah satu stimulus yang baru diberikan Kementerian Perhubungan adalah stimulus biaya pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) yang dilakukan selama periode Oktober-Desember 2020 untuk 13 bandara di Indonesia. Ketiga belas bandar tersebut antara lain Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Hang Nadim (Batam), Bandara Kualanamu (Medan), Bandara I Gusti Ngurah Rai (Denpasar), Bandara Internasional Yogyakarta (Kulon Progo), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Zainuddin Abdul Madjid (Lombok), Bandara Ahmad Yani (Semarang), Bandara Sam Ratulangi (Manado), Bandara Komodo (Labuan Bajo), Bandara Sisingamangaraja XII (Silangit), Bandara Banyuwangi (Banyuwangi) dan Bandara Adisutjipto (Yogyakarta).

Stimulus ini dapat langsung berdampak terhadap penurunan harga tiket pesawat udara yang dapat dibeli oleh masyarakat. Tentunya sinergi dan kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan industri penerbangan Indonesia akan membuat stimulus ini dapat mencapai tujuan utamanya, yakni demi berkontribusi terhadap pemulihan perekonomian nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.