(Beritadaerah – Jakarta) Beberapa hari yang lalu, paspor saya habis masa berlakunya. Saya baru menyadarinya setelah akan jatuh tempo. Saya coba mengurusnya dengan mengikuti prosedur yang ada.

Pada artikel ini saya ingin berbagi pengalaman bagaimana mengurus paspor di masa pandemi saat ini. Kantor Imigrasi telah membuka layanan paspor seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan dan membatasi kuota pendaftaran yaitu 50% dari kapasitas normal.

Berikut prosedur pembuatan paspor baru dan penggantian paspor yang habis masa berlaku:
-Mendaftar antrean online melalui Aplikasi Layanan Paspor Online (APAPO)
Aplikasi ini dapat di down-load melalui play store.
-Kemudian akan mendapat jadwal antrian dengan kode booking dan barcode yang perlu ditunjukan sebagai bukti pendaftaran antrian pada petugas kantor imigrasi atau unit layanan paspor
-Mendatangi Kantor Imigrasi sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan mendatangi Kantor Imigrasi :
1. Jangan lupa membawa persyaratan dokumen sebagai berikut untuk perpanjangan paspor:
a. Paspor lama asli dan fotokopinya
b. KTP asli dan fotokopinya
c. Fotokopi Kartu Keluarga
d. Materai Rp. 6.000,-
Semua dokumen yang difotokopi harus dalam ukuran A4

2. Berpakaian rapi dan memperhatikan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak.

-Setibanya di Kantor Imigrasi maka petugas akan memberikan formulir permohonan paspor untuk diisi dan ditandatangani di atas materai. (sebaiknya membawa ballpoint untuk mengisi formulir untuk menghindari pinjam meminjam ballpoint ketika harus mengisi formulir)
-Menyerahkan Formulir yang sudah diisi beserta persyaratan dokumen kepada petugas dan menunjukkan kode booking pada petugas.
-Petugas akan mengecek dokumen yang diberikan dan kita akan diminta menunggu
-Apabila sudah lengkap maka petugas akan memberikan nomor antrean pembuatan paspor
-Selanjutnya diarahkan untuk menuju ruangan untuk wawancara, foto dan pengambilan sidik jari. Perlu diperhatikan disini untuk berpakaian rapi supaya foto di paspor terlihat bagus karena foto bagian yang penting saat pengecekan di kantor imigrasi luar negeri bila hendak bepergian ke luar negeri.
-Setelah selesai maka akan mendapatkan tanda terima beserta kode pembayaran atau billing (SMS). Biaya pembuatan paspor tergantung dari jenisnya: paspor biasa Rp. 350.000,- dan paspor elektronik Rp. 650.000,- Dengan masa berlaku paspor adalah 5 tahun sejak tanggal pembuatan. Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer atau cash langsung, maksimal 7 hari setelah proses wawancara.
-Selanjutnya akan di SMS untuk pengambilan paspor dengan membawa tanda bukit pembayaran.

Saya sangat terkesan dengan pelayanan Kantor Imigrasi di masa pandemi Covid-19 ini, selain sangat cepat, juga menerapkan semua protokol kesehatan dengan baik.

Elfi Manao/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.